Polri Sebar Pasukan di Puncak Jaya

Senin, 9 April 2012 | 13:08 WIB
AW
B
Penulis: Antara/ Kristantyo Wisnubroto | Editor: B1
Petugas kepolisian bersenjata lengkap mengamankan kawasan Puncak Jaya, papua. FOTO; ANTARA
Petugas kepolisian bersenjata lengkap mengamankan kawasan Puncak Jaya, papua. FOTO; ANTARA
Jajaran kepolisian telah menyebar pasukan di sejumlah titik di Puncak Jaya, Papua.

Mereka terus menyisir khususnya di daerah selatan PT Freeport Indonesia untuk menangkap kelompok bersenjata yang menembak pesawat Twin Otter milik Trigana Air, Minggu (8/4).

"Seluruh anggota Polri yang ada di Papua, di bantu TNI melakukan langkah-langkah penyelidikan, yang dipimpin oleh Kapolres Puncak Jaya (AKBP) Alek Korwa," kata Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo di sela-sela acara peringatan HUT TNI AU Ke-66 di Halim Perdakusuma, Jakarta, Senin (9/4).

Menurut Kapolri, hingga kini dirinya masih menunggu perkembangan yang ada di Papua, namun yang jelas perlu ada pengamanan ke depan untuk kegiatan yang ada di Puncak Jaya.

Ketika ditanya, berapa personil yang disiapkan, kata Kapolri, semua personel di Papua akan menyesuaikan. Nanti ada tambahan di tempat-tempat yang sulit dijangkau.

Sebelumnya dilaporkan, aparat keamanan dari Brimob Polda Papua, petugas Polres, dan anggota TNI AD yang bertugas di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, mengejar kelompok bersenjata yang menembak pesawat Twin Otter milik Trigana Air, Minggu pagi.

Kapolres Puncak Jaya AKBP Alek Korwa yang dihubungi dari Jayapura mengatakan bahwa aparat keamanan mengalami hambatan kondisi alam dalam pengejaran tersebut karena kelompok bersenjata itu berada di gunung-gunung sekitar lapangan terbang Mulia.

"Namun kami masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata itu," kata Alek Korwa.

Ia mengatakan, dalam pengejaran pihaknya sempat beberapa kali terlibat kontak sejata dengan kelompok tersebut.

Sementara itu, beberapa warga Mulia yang dihubungi dari Jayapura mengakui hingga saat ini masih mendengar beberapa kali bunyi tembakan.

Saat ini situasi di Kota Mulia sepi karena aktivitas masyarakat terhenti dan lebih memilih berdiam di rumah sementara kios-kios dan pasar tutup.

"Mulia seperti kota mati, karena tidak ada aktivitas warga," ungkap Marthen, salah satu warga yang bermukim di Kota Lama, Mulia.

Pesawat Twin Otter milik Trigana Air dengan kode lambung PK-YRF itu ditembak sesaat hendak mendarat di Bandara Mulia, Minggu pagi.

Pilot Bebi Astek terkena tembakan di bagian kaki dan co pilot Willy terkena serpihan peluru di jarinya sehingga tidak dapat mengendalikan pesawat sehingga pesawat menabrak gudang di lapangan terbang.

Satu orang tewas tertembak di bagian leher bernama Leiron Kogoya,35 , wartawan Papua Pos Nabire, Group Pasific Post.

Beberapa penumpang lainnya luka-luka dan kini sedang mendapatkan perawatan. Penembakan dari kelompok bersenjata itu mengakibatkan bagian pesawat berlubang-lubang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon