Penembak Pesawat di Puncak Jaya Diduga Pelaku Lama
Senin, 9 April 2012 | 16:07 WIB
"Belum bisa kita sampaikan secara detail nama kelompoknya."
Kendati mengaku kesulitan mengungkap pelaku penembakan pesawat perintis jenis Twin Otter yang dioperasikan PT Trigana Air di Mulia, Puncak Jaya, Papua, namun Mabes Polri mensinyalir jika pelakunya adalah kelompok lama yang terlibat dalam serangkaian aksi kriminal di sana.
"Polri dan TNI berupaya melakukan langkah-langkah pencarian kelompok ini di lapangan. Pelaku kejahatannya kita duga adalah pelaku yang terlibat tindak pidana penembakan sebelumnya. Mereka menguasai medan di sana. Tim bekerja keras untuk melakukan penyelidikan dan pengejaran," kata Karo Penum Polr, Kombes Boy Rafli Amar di kantornya, hari ini.
Perwira menengah ini melanjutkan jika situasi geografis Puncak Jaya yang terdiri dari pegunungan membuat pengejaran cukup berat.
Tapi pihaknya yakin suatu saat mereka akan berhasil melumpuhkan kelompok ini.
"Mereka ini kita sebut saja kelompok sipil bersenjata yang juga ikut terlibat penembakan terhadap beberapa anggota, termasuk Brimob, dan beberapa masyarakat yang ada di sana beberapa saat lalu. Belum bisa kita sampaikan secara detail nama kelompoknya," kata Boy yang menambahkan jika kelompok ini terdiri dari lima sampai sepuluh orang.
Akibat penembakan pesawat itu seorang penumpang, Lerion Kogoya, wartawan Papua Pos, tewas setelah lehernya tertembus peluru.
Selain itu empat orang terluka yakni kapten pilot Beby Astek (40), kopilot Willy Resubun (30), serta dua penumpang, Yanti (30), dan P Korwa (4).
Pesawat naas tersebut terbang dari Nabire.
Empat Penembakan
Sepanjang 2012 setidaknya telah terjadi empat penembakan.
Pada 20 Januari, Rofiq seorang pekerja swasta tewas ditembak di bagian kepala.
Disusul pada 28 Januari, Briptu Sukarno tewas ditembak di bagian pipi.
Pada 4 Februari, dua orang warga Kampung Wandigog, Ilaga, yang sedang mencari umbi juga ditembak mati.
Lalu pada 11 Maret Helikopter Mi-17 milik TNI juga ditembaki saat hendak mendarat di Bandara Mulia.
Kendati mengaku kesulitan mengungkap pelaku penembakan pesawat perintis jenis Twin Otter yang dioperasikan PT Trigana Air di Mulia, Puncak Jaya, Papua, namun Mabes Polri mensinyalir jika pelakunya adalah kelompok lama yang terlibat dalam serangkaian aksi kriminal di sana.
"Polri dan TNI berupaya melakukan langkah-langkah pencarian kelompok ini di lapangan. Pelaku kejahatannya kita duga adalah pelaku yang terlibat tindak pidana penembakan sebelumnya. Mereka menguasai medan di sana. Tim bekerja keras untuk melakukan penyelidikan dan pengejaran," kata Karo Penum Polr, Kombes Boy Rafli Amar di kantornya, hari ini.
Perwira menengah ini melanjutkan jika situasi geografis Puncak Jaya yang terdiri dari pegunungan membuat pengejaran cukup berat.
Tapi pihaknya yakin suatu saat mereka akan berhasil melumpuhkan kelompok ini.
"Mereka ini kita sebut saja kelompok sipil bersenjata yang juga ikut terlibat penembakan terhadap beberapa anggota, termasuk Brimob, dan beberapa masyarakat yang ada di sana beberapa saat lalu. Belum bisa kita sampaikan secara detail nama kelompoknya," kata Boy yang menambahkan jika kelompok ini terdiri dari lima sampai sepuluh orang.
Akibat penembakan pesawat itu seorang penumpang, Lerion Kogoya, wartawan Papua Pos, tewas setelah lehernya tertembus peluru.
Selain itu empat orang terluka yakni kapten pilot Beby Astek (40), kopilot Willy Resubun (30), serta dua penumpang, Yanti (30), dan P Korwa (4).
Pesawat naas tersebut terbang dari Nabire.
Empat Penembakan
Sepanjang 2012 setidaknya telah terjadi empat penembakan.
Pada 20 Januari, Rofiq seorang pekerja swasta tewas ditembak di bagian kepala.
Disusul pada 28 Januari, Briptu Sukarno tewas ditembak di bagian pipi.
Pada 4 Februari, dua orang warga Kampung Wandigog, Ilaga, yang sedang mencari umbi juga ditembak mati.
Lalu pada 11 Maret Helikopter Mi-17 milik TNI juga ditembaki saat hendak mendarat di Bandara Mulia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




