Ungkap Pelaku, Polri Kirim Tim Labfor ke Puncak Jaya
Rabu, 11 April 2012 | 18:40 WIB
Akan bekerja mencari bukti-bukti
Mabes Polri mengirimkan tim ahli dari Laboratorium Forensik (labfor) Polri cabang Makassar untuk menyelidiki penembakan Bandara Mulia, Puncak Jaya, Papua. Tim akan bekerja untuk mencari bukti-bukti valid tentang asal muasal tembakan dan dari senjata apa tembakan itu dilepaskan.
"Besok pagi Labfor dari Makassar Sulsel akan ke Jayapura dan akan lanjut ke pegunungan Mulia. Kita akan olah ulang TKP. Mudah-mudahan tim bisa memprediksi tembakan dari jarak berapa meter, arah mana, dan berapa peluru yang tembus pesawat, juga jenis senjatanya," kata Karo Penmas Polri Brigjen Muhammad Taufik di Mabes Polri, hari ini.
Apakah ada kemungkinan pelakunya adalah oknum aparat yang mengacaukan keamanan supaya ada "proyek pengamanan" di Papua? Taufik menjawab, "Kita tunggu hasil tim Labfor. Kita tak terpengaruh opini. Kita bicara data dan fakta. Ini tidak harus kita tanggapi."
Pesawat jenis Twin Otter milik PT Trigana Air yang ditembak gerombolan tak dikenal Minggu, (8/4). Akibat penembakan itu seorang penumpang, Lerion Kogoya, wartawan Papua Pos, tewas ditembak setelah lehernya tertembus peluru.
Penembakan pesawat seperti yang terjadi itu diperkirakan bisa saja terulang kembali. Kondisi yang serba terbatas membuat polisi kesulitan untuk mencari saksi dan mengumpulkan bukti.
Selain Lerion yang tewas, penembakan ini melukai empat orang. Mereka adalah kapten pilot Beby Astek (40), kopilot Willy Resubun (30), serta dua penumpang, Yanti (30), dan P Korwa (4). Pesawat naas tersebut terbang dari Nabire menuju Mulia.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-YRF itu ditembaki saat hendak mendarat di Bandara Mulia. Tembakan membuat pilot tidak dapat mendaratkan pesawat dengan sempurna sehingga menabrak gudang di pinggir bandara.
Pada 24 Oktober lalu, Kapolsek Mulia Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dominggus Oktavianus Awes tewas ditembak orang tak dikenal. Korban tewas saat sedang menjaga Bandara Mulia, Papua.
Mabes Polri mengirimkan tim ahli dari Laboratorium Forensik (labfor) Polri cabang Makassar untuk menyelidiki penembakan Bandara Mulia, Puncak Jaya, Papua. Tim akan bekerja untuk mencari bukti-bukti valid tentang asal muasal tembakan dan dari senjata apa tembakan itu dilepaskan.
"Besok pagi Labfor dari Makassar Sulsel akan ke Jayapura dan akan lanjut ke pegunungan Mulia. Kita akan olah ulang TKP. Mudah-mudahan tim bisa memprediksi tembakan dari jarak berapa meter, arah mana, dan berapa peluru yang tembus pesawat, juga jenis senjatanya," kata Karo Penmas Polri Brigjen Muhammad Taufik di Mabes Polri, hari ini.
Apakah ada kemungkinan pelakunya adalah oknum aparat yang mengacaukan keamanan supaya ada "proyek pengamanan" di Papua? Taufik menjawab, "Kita tunggu hasil tim Labfor. Kita tak terpengaruh opini. Kita bicara data dan fakta. Ini tidak harus kita tanggapi."
Pesawat jenis Twin Otter milik PT Trigana Air yang ditembak gerombolan tak dikenal Minggu, (8/4). Akibat penembakan itu seorang penumpang, Lerion Kogoya, wartawan Papua Pos, tewas ditembak setelah lehernya tertembus peluru.
Penembakan pesawat seperti yang terjadi itu diperkirakan bisa saja terulang kembali. Kondisi yang serba terbatas membuat polisi kesulitan untuk mencari saksi dan mengumpulkan bukti.
Selain Lerion yang tewas, penembakan ini melukai empat orang. Mereka adalah kapten pilot Beby Astek (40), kopilot Willy Resubun (30), serta dua penumpang, Yanti (30), dan P Korwa (4). Pesawat naas tersebut terbang dari Nabire menuju Mulia.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-YRF itu ditembaki saat hendak mendarat di Bandara Mulia. Tembakan membuat pilot tidak dapat mendaratkan pesawat dengan sempurna sehingga menabrak gudang di pinggir bandara.
Pada 24 Oktober lalu, Kapolsek Mulia Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dominggus Oktavianus Awes tewas ditembak orang tak dikenal. Korban tewas saat sedang menjaga Bandara Mulia, Papua.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




