Aksi Saling Serang Pendukung Calon Bupati Puncak Jaya, 17 Rumah Terbakar

Senin, 3 Juli 2017 | 07:43 WIB
RI
B
Penulis: Robert Isidorus | Editor: B1
Sejumlah rumah terbakar akibat aksi saling serang para pendukung calon bupati di Kabupaten Puncak Jaya, Papua.
Sejumlah rumah terbakar akibat aksi saling serang para pendukung calon bupati di Kabupaten Puncak Jaya, Papua. (Suara Pembaruan/Robert Isidorus)

Puncak Jaya – Ratusan massa dari tiga kubu pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya, dii Kampung Pagaleme Distrik Pagalem, saling serang, Minggu (2/7). Akibatnya, empat orang kena panah dan 17 rumah hangus dibakar.

Massa yang terlibat saling serang yakni kubu dari pasangan calon nomor urut 1 yaitu Yustus Wonda- Kerenius Telenggen dan nomor urut 2 Renus Telenggen yang merupakan wakil dari Henock Ibo dan nomor 3 yaitu Yuni Wonda-Deinas Gelei.

Aksi saling serang ini memakan korban luka yakni Onius (40), Imanus Telenggen (22), Kalinus Weya (42), Dolingga Telenggen (40), tujuh unit rumah papan, 10 rumah honai, dan dua unit motor dibakar massa.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal ketika dikonfirmasi SP, Minggu (2/7) malam membenarkan aksi saling serang antarkubu masing-masing pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Puncak Jaya.

Aksi serang tersebut berawal ketika massa dari kelompok nomor urut satu melepaskan anak panah ke arah posko nomor urut 3, namun massa nomor urut 3 tidak menanggapi.

"Aksi saling serang antardua kubu terjadi setelah dua jam kemudian, di mana massa pendukung dari paslon nomor urut satu dan dua sekitar 100 orang dipimpin oleh Jhon Wonda menyerang ke posko nomor urut 3," jelasnya, Minggu (2/7) sore.

Kamal mengatakan, setelah mendapatkan laporan tersebut personel Polres Puncak Jaya bersama BKO Brimob tiba di lokasi kejadian dan melerai aksi saling serang masing-masing kelompok dan mengarahkan ke Posko masing-masing.

Ia pun menyampaikan, pihak Klasis Gereja GIDI Mulia dipimpin oleh Ketua Klasis Pdt. Dainus Game telah mendatangi kedua Posko yang bertikai untuk memberikan imbauan agar masyarakat tenang guna menunggu keputusan MK. Selain itu juga mengajak semua pihak untuk mengadakan doa bersama agar keputusan MK dapat segera keluar dan memutuskan siapa putra terbaik yang memimpin di Puncak Jaya lima tahun ke depan.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dan terulangnya aksi saling serang dari massa kedua kubu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, aparat Polres Puncak Jaya bersama personel Brimob BKO Polres Puncak Jaya melaksanakan pengamanan di antara Posko gabungan pasangan nomor urut 1 dan 2 dengan Posko pasangan calon nomor urut 3.

Selain itu juga, kata Kamal, bertempat di pertigaan Pasar Kota Baru, Kapolres Puncak Jaya bersama Dandim 1714 Puncak Jaya dan Pemda mengumpulkan massa ketiga pasangan calon untuk mengklarifikasi agar masing-masing kubu menghentikan aksi serang-menyerang dan kembali ke Posko masing-masing.

Kapolres Puncak Jaya AKBP Hotman Hubarat menyampaikan agar massa ketiga pasangan calon tidak lagi membawa alat-alat tajam. Apabila ada yang membawa senjata tajam maka pihaknya akan menindak tegas dan akan menyita senjata tajam. Massa ketiga pasangan calon juga diminta agar tidak ada lagi melakukan penyerangan.

"Pihak keamanan akan tegas apabila ada yang melanggar kesepakan ini, jadi diminta agar jangan lagi ada yang membawa panah dan alat-alat sajam lainnya, kendalikan massanya tidak ada lagi serang saling serang," tegasnya.

Dandim 1714 Puncak Jaya Letkol Hendratmo menyampaikan rasa sedih karena pilkada yang seharusnya mencari pimpinan dengan aman namun justru terjadi kejadian seperti ini.

Siapa yang akan bertanggung jawab akan semua ini terlebih lagi ini hari Minggu, yang seharusnya digunakan untuk ibadah tapi yang terjadi malah saling perang," ujarnya.

Dari pantauan SP di Kota Mulia, aksi saling serang merembet dari Kota Lama Mulia hingga Kota Baru. Terlihat massa di jalan-jalan membawa senjata tradisional panah, tampak juga ibu-ibu dan anak mengungsi ke sanak saudara yang jauh agar selamat dari aksi saling serang ini.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon