Gubernur DKI: Indonesia Tak Layak Impor Garam

Jumat, 28 Juli 2017 | 15:27 WIB
AH
B
Penulis: Aichi Halik | Editor: B1
Ilustrasi produksi garam.
Ilustrasi produksi garam. (Antara/Adeng Bustomi)

Jakarta - Menanggapi kelangkaan garam di beberapa daerah, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan Indonesia merupakan negara kepulauan, sehingga tidak layak apabila mengimpor garam.

Djarot mengatakan ada indikasi kelangkaan garam ini untuk memaksa pemerintah membuka keran impor komoditas tersebut.

"Kita itu negara kepulauan dimana garam itu pasti dari air laut kan ya, jadi sebetulnya kita tidak layak untuk impor garam, makanya industri pergaraman ini harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat," ujar Djarot di Balaikota Jakarta, Jumat (28/7).

Djarot menduga, kelangkaan garam di sejumlah daerah disebabkan oknum tidak bertanggung jawab yang menimbun stok untuk menaikkan harga.

"Saya mengkhawatirkan, kelangkaan garam ini juga dipicu oleh para spekulan, dugaan saya saja ini. Tujuannya, agar Indonesia terpaksa mengimpor garam," katanya.

Adanya kelangkaan pasokan garam di sejumlah daerah membuat Djarot mengajak masyarakat untuk peduli pada petani garam.

"Makanya industri pergaraman ini harus mendapatkan perhatian serius dari semua. Tentunya pemerintah pusat yang bertanggung jawab, sedangkan Jakarta ini kan sebagai konsumen bukan produsen," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon