Kampung Nelayan Cilincing Akan Jadi Sentra Kuliner

Rabu, 2 Agustus 2017 | 15:58 WIB
CF
JS
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: JAS
Petugas kebersihan dan Excavator Amphibi melakukan pembersihan sisa 17 puing bangunan di badan sungai Jalan Inspeksi Kali Cakung Drain, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, 2 Agustus 2017.
Petugas kebersihan dan Excavator Amphibi melakukan pembersihan sisa 17 puing bangunan di badan sungai Jalan Inspeksi Kali Cakung Drain, Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara, 2 Agustus 2017. (BeritaSatu Photo/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara berencana untuk menjadikan wilayah Kampung Nelayan di Cilincing, Jakarta Utara menjadi sentra kuliner serta tempat pelelangan ikan (TPI) terpadu.

Selain penataan 17 bangunan bedeng tambat nelayan yang dibongkar pada Rabu (2/8), pihak Pemkot Jakut juga akan melakukan normalisasi kedalaman Kali Cakung Drain untuk dikeruk menggunakan ekskavator amfibi.

"Sepanjang 500 meter di bantaran Kali Cakung Drain yang sudah dibongkar bangunan yang berdiri di badan kali. Penataan ini ditujukan untuk membangun dermaga apung permanen sebagai tempat tambat kapal," ujar Wakil Walikota Jakarta Utara, Junaedi kepada Suara Pembaruan, Rabu (2/8) siang di lokasi penertiban.

Ia mengungkapkan penataan itu juga merupakan bentuk tindak lanjut dari kedatangan Menko Maritim Luhut Panjaitan saat Hari Bumi beberapa waktu lalu.

Saat itu Luhut menyebutkan di lokasi Kampung Nelayan Cilincing memiliki potensi sentra kuliner, sama seperti di Muara Angke Penjaringan.

"Harapannya jika ada destinasi wisata kuliner maka ekonomi masyarakat bisa berkembang, masyarakat bisa berjualan, nelayan bisa tambat dengan baik setelah melaut, kapal bisa parkir di situ dengan tambatan yang ada," kata Junaedi.

Ia menyebutkan saat ini yang dikeluhkan masyarakat adalah keberadaan bangunan yang memakan badan air, sehingga justru menghalangi proses pembangunan sheet pile. Selain itu akan dibuat parkiran kendaraan bermotor bagi pengunjung sentra kuliner dan TPI.

"Setelah itu kita benahi sisi barat di Kali Gendong akan kita fungsikan, jadi nanti kelihatan akses ke TPI akan lebih bagus, ada kuliner, ada pelelangan ikan, jadi ekonomi masyarakat lebih hidup," tambahnya.

Mantan Kepala BLPHD DKI itu menyebutkan target pembangunan dalam waktu beberapa pekan ke depan dengan berkoordinasi bersama BBWSCC.

"Pengerjaan proyek ini kerja sama antara Dinas Tata Air Pemprov DKI Jakarta dengan Dinas SDA BBWSCC Kementerian PU dan Pera," tandas Junaedi.

Sementara itu, Camat Cilincing Purnomo mengatakan proses penataan sepanjang Jalan Inspeksi Kali Cakung Drain dekat KBN Marunda itu justru mendapat tanggapan baik dari masyarakat.

"Masyarakat sangat positif, mendukung, asalkan itu untuk kepentingan umum bermanfaat untuk mereka. Bahkan nanti akses jalan menjadi lebih bagus, tidak kumuh lagi," katanya.

Penduduk di sepanjang Kali Gendong juga nantinya akan dipindahkan ke Rusun Marunda atau Rusun Semper Barat karena mereka terdampak untuk kepentingan umum.

Saat ini, ekskavator amfibi Pemprov DKI Jakarta sedang mengeruk area bekas 17 bangunan itu agar bisa memiliki kedalaman empat-lima meter.

"Kalau saringan sampah di jembatan dekat TPI itu konsepnya tidak baik, jadi memang harus dikeruk dengan ekskavator, agar arus air dari hulu bisa dibuang ke hilir dengan jauh lebih lancar," tandas Purnomo.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon