Intra Asia Serius Garap Pasar Energi Indonesia
Minggu, 24 September 2017 | 17:21 WIB
JAKARTA- PT Intra Asia Indonesia menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan Investasi di Indonesia. Hal tersebut ditunjukkan dengan rencana investasi di sektor energi dan pangan sebesar US$ 1 miliar di Indonesia.
CEO PT Intra Asia, Justin Lim mengatakan komitmen tersebut diambil setelah melihat potensi pasar di Indonesia. "Kami sangat bersemangat untuk mengambil peran dalam industri pangan dan energi di Indonesia," ujar dia di Jakarta, Jumat (22/9).
Justin menyebutkan pihaknya memiliki ketertarikan yang besar untuk bekerjasama dengan BUMN Indonesia dalam mengembangkan beberapa proyek infrastruktur dan energi seperti pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik (Power Plant), batubara, rice mill, maupun proyek-proyek lainnya.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk digarap. Apalagi dengan kondisi ekonomi Indonesia yang terbilang stabil selama satu dekade terakhir. Sinyalemen positif ini menjadi pemicu bagi PMA untuk meningkatkan bisnisnya di Indonesia.
"Pemerintah saat ini tengah melakukan beberapa pembenahan di bidang regulasi dan birokrasi untuk mempermudah masuknya investasi asing ke Indonesia, ini tentu menjadi hal yang sangat dinantikan oleh para investor," kata dia.
Justin menilai, dengan kondisi ekonomi yang stabil dan potensi industri pangan serta energi yang ada di Indonesia saat ini, ia optimistis Intr Asia dapat berperan dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
PT Intra Asia Indonesia, adalah sebuah perusahaan, yang bergerak dalam perdagangan barang dan jasa, dengan head officenya di Singapura. Selama tahun 2012, Intra Asia Singapore berada di peringkat 551 di antara 1000 perusahaan besar di Singapura sesuai laporan yang disusun oleh DP Information Group.
Intra Asia Singapore merupakan salah satu dari 100 perusahaan internasional teratas di Singapura. Perusahaan ini memiliki ekuitas pemegang saham sebesar US$ 67,13 juta . Perusahaan ini secara aktif terlibat dalam perdagangan produk diversifikasi internasional. Bidang usaha inti adalah, produk baja, produk agri dan batubara.
Perusahaan ini memiliki pertumbuhan yang stabil dan meraih pendapatan sebesar US$ 723,448 Juta , per 31 Maret 2015.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




