Tiga Maskapai Dapat Izin Terbang ke Timika
Selasa, 1 Mei 2012 | 07:10 WIB
Ketiga maskapai penerbangan nasional dimaksud adalah Sriwijaya Air, Batavia Air dan Lion Air.
Tiga maskapai penerbangan nasional, yaitu Sriwijaya Air, Batavia Air dan Lion Air, telah mendapat izin dari pemerintah untuk membuka rute penerbangan dari dan ke Timika, Papua.
Kepala Bidang Perhubungan Udara pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Mimika, John Rettob, di Timika, Selasa (1/5), mengatakan bahwa maskapai Sriwijaya Air telah menyurati Pemkab Mimika untuk membuka rute penerbangan ke Timika. Disebutkan, Sriwijaya Air mendapat izin untuk membuka rute penerbangan Jakarta-Makassar-Timika-Merauke dan sebaliknya.
Sementara itu, maskapai Lion Air sudah lama mendapat izin untuk membuka rute penerbangan Jakarta-Makassar-Timika-Jayapura dan sebaliknya. Adapun Batavia Air, disebutkan mendapat izin membuka rute penerbangan Jakarta-Makassar-Timika-Merauke dan sebaliknya.
Menurut John, kendala utama sehingga ketiga maskapai tersebut belum membuka rute penerbangan ke Timika hingga saat ini adalah karena berbagai sebab. "Salah satunya, keterbatasan stok avtur di Bandara Mozes Kilangin Timika," katanya.
"Selain itu, tempat parkir pesawat (apron) yang tersedia di Bandara Mozes Kilangin Timika, tidak cukup untuk menampung beberapa pesawat berbadan lebar. Apalagi jika tiba dan terbang dalam waktu bersamaan," tambahnya.
Untuk mengatasi kendala keterbatasan kapasitas tempat parkir pesawat, mulai tahun ini menurut John, Pemkab Mimika merintis pembangunan apron dan taxi way khusus untuk penerbangan komersial, di luar dari penerbangan khusus karyawan Freeport. Ia menjelaskan, Pemkab Mimika sejak 2007 dan 2008 telah membebaskan lahan seluas 65 hektare di sisi selatan Bandara Mozes Kilangin Timika, untuk pembangunan terminal publik, apron, taxi way, pergudangan, serta depo penampung avtur.
Menurut John lagi, jika semua pihak mendukung, maka fasilitas publik berupa apron dan taxi way di Bandara Mozes Kilangin Timika direncanakan akan bisa dioperasikan mulai 2014. Untuk pematangan lahan, penimbunan dan pemadatan lahan seluas 46 ribu meter, Pemkab Mimika tahun ini menurutnya masih membutuhkan anggaran tambahan sekitar Rp17 miliar. Sedangkan untuk penyelesaian pembangunan apron dan taxi way, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Perhubungan Udara menurutnya siap mengalokasikan anggaran sekitar Rp43 miliar melalui APBN 2013.
Tiga maskapai penerbangan nasional, yaitu Sriwijaya Air, Batavia Air dan Lion Air, telah mendapat izin dari pemerintah untuk membuka rute penerbangan dari dan ke Timika, Papua.
Kepala Bidang Perhubungan Udara pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Mimika, John Rettob, di Timika, Selasa (1/5), mengatakan bahwa maskapai Sriwijaya Air telah menyurati Pemkab Mimika untuk membuka rute penerbangan ke Timika. Disebutkan, Sriwijaya Air mendapat izin untuk membuka rute penerbangan Jakarta-Makassar-Timika-Merauke dan sebaliknya.
Sementara itu, maskapai Lion Air sudah lama mendapat izin untuk membuka rute penerbangan Jakarta-Makassar-Timika-Jayapura dan sebaliknya. Adapun Batavia Air, disebutkan mendapat izin membuka rute penerbangan Jakarta-Makassar-Timika-Merauke dan sebaliknya.
Menurut John, kendala utama sehingga ketiga maskapai tersebut belum membuka rute penerbangan ke Timika hingga saat ini adalah karena berbagai sebab. "Salah satunya, keterbatasan stok avtur di Bandara Mozes Kilangin Timika," katanya.
"Selain itu, tempat parkir pesawat (apron) yang tersedia di Bandara Mozes Kilangin Timika, tidak cukup untuk menampung beberapa pesawat berbadan lebar. Apalagi jika tiba dan terbang dalam waktu bersamaan," tambahnya.
Untuk mengatasi kendala keterbatasan kapasitas tempat parkir pesawat, mulai tahun ini menurut John, Pemkab Mimika merintis pembangunan apron dan taxi way khusus untuk penerbangan komersial, di luar dari penerbangan khusus karyawan Freeport. Ia menjelaskan, Pemkab Mimika sejak 2007 dan 2008 telah membebaskan lahan seluas 65 hektare di sisi selatan Bandara Mozes Kilangin Timika, untuk pembangunan terminal publik, apron, taxi way, pergudangan, serta depo penampung avtur.
Menurut John lagi, jika semua pihak mendukung, maka fasilitas publik berupa apron dan taxi way di Bandara Mozes Kilangin Timika direncanakan akan bisa dioperasikan mulai 2014. Untuk pematangan lahan, penimbunan dan pemadatan lahan seluas 46 ribu meter, Pemkab Mimika tahun ini menurutnya masih membutuhkan anggaran tambahan sekitar Rp17 miliar. Sedangkan untuk penyelesaian pembangunan apron dan taxi way, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Perhubungan Udara menurutnya siap mengalokasikan anggaran sekitar Rp43 miliar melalui APBN 2013.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




