Djarot: Kota Tua Akan Cantik Saat Asian Games 2018
Sabtu, 7 Oktober 2017 | 11:50 WIB
Jakarta – Revitalisasi Kota Tua telah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sejak tahun lalu. Diharapkan, Kota Tua tak lagi tua, tetapi akan semakin cantik dan indah dengan penataan yang akan dilakukan. Mulai dari gedung-gedung tua yang mengelilingi Kota Tua, pedagang kaki lima (PKL), parkir liar sampai nanti menjadi pusat kegiatan wisata, seni dan budaya, serta tak lupa pengembangan kegiatan usaha yang dikhususkan untuk PKL dan pelaku UKM.
Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, baru saja meresmikan hasil revitalisasi Kota Tua tahap pertama pada 5 Oktober lalu. Padahal, ditargetkan, penyelesaian revitalisasi tahap pertama akan rampung pada November atau Desember 2017.
Namun, karena Kota Tua akan dijadikan salah satu destinasi wisata para kontingen peserta Asian Games 2018, maka Pemprov DKI mempercepat penyelesaiakan revitalisasi Kota Tua.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI, Tinia Budiarti mengakui hal itu. Pihaknya terus mempercepat penyelesaiakan revitalisasi Kota Tua tahap pertama. Dengan selesainya, tahap pertama, maka pihaknya dapat berkonsentrasi untuk menyelesaikan revitalisasi tahap kedua.
"Untuk tahap kedua, diharapkan sebelum Asian Games sudah dapat dirampungkan beberapa fasilitas dan bangunan di Kota Tua," kata Tinia kepada Beritasatu.com, Sabtu (7/10).
Dijelaskannya, tahap pertama yang dilakukan adalah revitalisasi Kali Krukut yang terletak di salah satu sisi Kawasan Kota Tua. Revitalisasi Kali Krukut ini sudah mulai dilakukan, ditandai dengan ditutupnya Jalan Kali Besar Timur dengan pagar seng sejak 5 September 2016.
Tahap pertama, kalinya akan dilakukan penjernihan, pengerukan, agar diatur debit airnya, dan lainnya. (Jalan) Kali Besar Timur dipagar itu dalam kaitan mulai ada pekerjaan fisik untuk pengerukan kalinya.
Kemudian, dilakukan penataan parkir dan PKL yang ada di kawasan Kota Tua. Selama ini, keberadaan PKL dan parkir liar menambah kesemrawutan di kawasan wisata tersebut. Sehingga, terlihat kesan kumuh dan tidak tertata rapi, padahal Kota Tua akan dijadikan salah satu destinasi wisata di Jakarta.
Untuk menghilangkan kesan kumuh tersebut, Disparbud DKI bersama Pemerintah Kota Jakarta Barat dan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI untuk melakukan penataan parkir liar dan PKL.
Langkah tersebut diterapkan dengan membangun tempat istirahat di Jalan Cengkeh, Taman Sari, Jakarta Barat. Dalam tempat istirahat ini dibangun Lokasi Binaan (lokbin) Taman Kota Intan yang dapat menampung 456 kios yang tersedia bagi para pedagang kaki lima, yang terdiri atas 128 kios untuk pedagang kuliner dan 328 kios untuk pedagang nonkuliner.
Lahan parkirnya mampu menampung 150 kendaraan roda empat, 450 kendaraan roda dua, dan 12 bus.
Pengerjaan Lokasi Binaan ini dilakukan sejak bulan November 2016 hingga akhirnya dapat diresmikan pada 5 Oktober 2017.
Tahap kedua, yang akan dilakukan adalah perbaikan jalan di sekitar Jalan Kali Besar Timur dan Kali Besar Barat. Revitalisasi lahan parkir yang terpadu dengan tempat PKL berjualan di Jalan Cengkeh serta revitalisasi Kawasan Kota Tua secara keseluruhan pun akan dilakukan.
"Yang pasti, Kota Tua akan semakin cantik dan indah sebelum Asian Games 2018. Kita mau, Kota Tua jadi destinasi wisata bagi tamu-tamu negara yang berpartisipasi dalam Asian Games 2018. Sehingga menjadi kebanggaan kota Jakarta," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




