Djarot Pamit, Ini Pesannya untuk Jakarta

Minggu, 15 Oktober 2017 | 07:37 WIB
DA
CF
WP
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (tengah) berpidato didampingi Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (kanan) dan penyanyi Titiek Puspa.
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (tengah) berpidato didampingi Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (kanan) dan penyanyi Titiek Puspa. (Antara)

Jakarta - Estafet kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 berakhir. Setelah Joko Widodo, dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kini Djarot Syaiful Hidyat mengucapkan pamit untuk meninggalkan kepemimpinannya di Ibu Kota.

Dalam malam perpisahan yang dipenuhi ribuan relawan Basuki-Djarot (Badja) dan masyarakat DKI, Djarot mengutarakan pidato yang menyentuh. Dia memohon pamit kepada seluruh warga DKI karena tepat pukul 24.00 WIB, Sabtu (14/10), menutup tugasnya sebagai gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.

"Saya sebagai penutup estafet kepemimpinan Jakarta, mulai dari Jokowi, Basuki. Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi tingginya kepada seluruh warga, di dalam membangun Jakarta yang hasilnya sudah bisa kita lihat saat ini," ungkapnya saat menyampaikan pidato dalam acara "Kaleidoskop dan dan Terima Kasih Gubernur Masa Jabatan 2012 - 2017" di Jakarta, Sabtu (14/10) malam.

Dia mengaku sudah mendapatkan surat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) untuk menunjuk Sekretariat Daerah, Saefullah sebagai pelaksana harian gubernur sampai dengan pelantikan gubernur-wakil gubernur baru pada Senin (16/10) sore.

Ia berpesan kepada seluruh warga DKI Jakarta agar tetap damai, rukun, aman, dan kondusif. Melihat tak sedikit masyarakat yang meneteskan air mata, ia pun mengungkapkan agar warga Jakarta tidak pernah berhenti mencintai Indonesia.

"Jangan pernah bersedih, Bung Karno menyampaikan kepada kita semua apa yang disebut kesabaran revolusioner, dan saya minta kalian semua bersabar dan jangan pernah tidak mencintai Indonesia," tegasnya.

Djarot pun memberikan semangat persatuan kepada warga Jakarta agar berjuang dalam Bhinneka Tunggal Ika dan di bawah panji ideologi Pancasila.

"Kita berjuang untuk menyatukan dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, demi kesatuan Republik Indonesia," katanya dengan suara lantang dan disambut tepuk tangan meriah warga yang hadir.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon