Pendapatan Link Net Tumbuh 16,8%, Laba Bersih Naik 22,4%

Kamis, 2 November 2017 | 09:00 WIB
DK
B
Penulis: Devie Kania | Editor: B1
Irwan Djaja.
Irwan Djaja. (BeritaSatu Photo/Uthan A Rachim)

JAKARTA – PT Link Net Tbk (LINK) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 22,4% menjadi Rp 740 miliar sampai September 2017. Sedangkan perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 16,8% menjadi Rp 2,5 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer (CEO) Link Net Irwan Djaja menyatakan, pihaknya mencatat pendapatan rata-rata per pelanggan (average revenue per user/ ARPU) perseroan naik menjadi Rp 420 ribu sampai September 2017. Kemudian, jumlah pelanggan yang perseroan miliki juga tumbuh menjadi 13.640 costumer.

Seiring dengan perluasan cakupan jaringan, ia memaparkan, perusahaan yang dia pimpin berhasil menambah 118 ribu rumah terkoneksi (home passed) baru hingga menjadi 1,94 juta. Oleh karena itu, penetrasi jumlah pelanggan terhadap cakupan jaringan turut menanjak menjadi 28,8%.

"Sampai kuartal III lalu, kami mencatat margin laba usaha perseroan tumbuh menjadi 40,1% dari posisi 38,2% pada periode yang sama 2016. Senada dengan itu, margin laba bersih Link Net juga meningkat dari 28,2% menjadi 29,5%," ujar Irwan dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (1/11).

Dengan perkembangan bisnis yang ada, emiten berkode LINK tersebut berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 2,5 triliun. Kemudian, laba usaha perseroan tumbuh sebesar 22% menjadi Rp 1 triliun dan laba bersih Link Net menyentuh Rp 740 miliar sampai September 2017.

Atas pencapaian kinerja, Irwan mengaku bersyukur, pihaknya secara konsisten berhasil menunjukkan kinerja operasional dan keuanga yang baik. Adapun, perusahaan yang ia pimpin ini akan berupaya melanjutkan tren kenaikan kinerja hingga masa mendatang.

"Pencapaian kinerja kami ini adalah bukti bahwa permintaan layanan internet kecepatan tinggi dan TV berbayar perseroan memiliki kualitas yang baik. Sehingga kemampuan Link Net dalam hal mengeksekusi dapat berjalan dengan baik," jelas dia.

Menilik data publikasi kinerja perseroan, sampai September lalu Link Net telah mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/ capex) sebesar Rp 670 miliar. Namun pada periode sama, perseroan masih memiliki total kas dan setara kas sebesar Rp 665,2 miliar, dengan porsi net cash sebesar Rp 522 miliar.

Berdasarkan data penutupan perdagangan 1 November 2-17, harga saham emiten berkode LINK ini ditutup dalam level Rp 4.990 per saham. Selanjutnya melansir data Bloomberg, total kapitalisasi pasar (market cap) dari Link Net telah mencapai Rp 15,18 triliun. (*)



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon