Trigana Sudah Evakuasi Twin Otter dari Mulia
Senin, 21 Mei 2012 | 10:02 WIB
Hingga kini Trigana belum membuka kembali rute penerbangan ke Mulia.
Asisten Manajer Area Trigana Papua Irwan Rochendi mengatakan, pihaknya telah mengevakuasi pesawat twin otter yang ditembak orang tak dikenal di lapangan terbang Mulia, Puncak Jaya, pada April lalu, ke Bandara Sentani, di Jayapura.
"Soal hari dan tanggalnya saya lupa, tapi kita (Trigana) telah evakuasi twin otter dari Mulia ke Sentani pada minggu lalu," kata Irwan ketika dihubungi dari Jayapura melalui telepon seluler, hari ini.
Ia mengaku, meskipun pihaknya telah mengevakuasi pesawat twin otter ke Sentani, hingga saat ini perusahaan penerbangan Trigana belum membuka kembali rute penerbangan ke Mulia Kabupaten Puncak, karena pilot dan kru-nya masih trauma.
"Pilot dan kru kami masih trauma, masih terbebani dengan peristiwa penembakan tersebut," katanya.
Irwan juga mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan Trigana akan melayani kembali penerbangan ke Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. "Saya belum tahu sampai kapan kami buka rute ke Mulia, karena menunggu kondisi psikologis pilot dan kru kami," katanya.
Irwan enggan menjawab pertanyaan mengenai kerugian yang dialami perusahaan penerbangan itu, menyusul penembakan di Mulia. Karena, kata dia, tim teknisi Trigana masih melaklukan pengecekan dan perbaikan pesawat tersebut.
"Untuk itu saya juga belum tahu berapa kerugianya tetapi yang pasti tim teknisi masih memperbaiki pesawat tersebut," jawabnya.
Ia hanya mengatakan, akibat belum dibukanya kembali penerbangan dari dan ke Mulia, Trigana mengalami kerugian. "Kami juga mengalami kerugian karena belum melayani Mulia," katanya.
Pada Minggu pagi tanggal 8 April lalu telah terjadi penembakan pesawat milik Trigana jenis twin Otter oleh OTK yang belakangan ini diketahui dari kelompok separatis bersenjata, ketika pesawat tersebut hendak mendarat di lapangan terbang Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.
Dalam penembakan pesawat tersebut, Leiron Kogoya, salah satu wartawan Papua Pos Nabire grup surat kabar harian (SKH) Pasific Post tertembak mati, sedangkan penumpang, pilot dan kopilot juga ikut kena serpihan tembakan.
Asisten Manajer Area Trigana Papua Irwan Rochendi mengatakan, pihaknya telah mengevakuasi pesawat twin otter yang ditembak orang tak dikenal di lapangan terbang Mulia, Puncak Jaya, pada April lalu, ke Bandara Sentani, di Jayapura.
"Soal hari dan tanggalnya saya lupa, tapi kita (Trigana) telah evakuasi twin otter dari Mulia ke Sentani pada minggu lalu," kata Irwan ketika dihubungi dari Jayapura melalui telepon seluler, hari ini.
Ia mengaku, meskipun pihaknya telah mengevakuasi pesawat twin otter ke Sentani, hingga saat ini perusahaan penerbangan Trigana belum membuka kembali rute penerbangan ke Mulia Kabupaten Puncak, karena pilot dan kru-nya masih trauma.
"Pilot dan kru kami masih trauma, masih terbebani dengan peristiwa penembakan tersebut," katanya.
Irwan juga mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan Trigana akan melayani kembali penerbangan ke Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. "Saya belum tahu sampai kapan kami buka rute ke Mulia, karena menunggu kondisi psikologis pilot dan kru kami," katanya.
Irwan enggan menjawab pertanyaan mengenai kerugian yang dialami perusahaan penerbangan itu, menyusul penembakan di Mulia. Karena, kata dia, tim teknisi Trigana masih melaklukan pengecekan dan perbaikan pesawat tersebut.
"Untuk itu saya juga belum tahu berapa kerugianya tetapi yang pasti tim teknisi masih memperbaiki pesawat tersebut," jawabnya.
Ia hanya mengatakan, akibat belum dibukanya kembali penerbangan dari dan ke Mulia, Trigana mengalami kerugian. "Kami juga mengalami kerugian karena belum melayani Mulia," katanya.
Pada Minggu pagi tanggal 8 April lalu telah terjadi penembakan pesawat milik Trigana jenis twin Otter oleh OTK yang belakangan ini diketahui dari kelompok separatis bersenjata, ketika pesawat tersebut hendak mendarat di lapangan terbang Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.
Dalam penembakan pesawat tersebut, Leiron Kogoya, salah satu wartawan Papua Pos Nabire grup surat kabar harian (SKH) Pasific Post tertembak mati, sedangkan penumpang, pilot dan kopilot juga ikut kena serpihan tembakan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




