Pentas Budaya di Taman Indonesia Kaya Semarang Hadirkan Butet
Minggu, 28 Oktober 2018 | 07:42 WIBSemarang– Taman Indonesia Kaya di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) yang diresmikan 10 Oktober 2018 lalu,
menggelar pentas budaya berjudul Misteri Sang Pangeran yang ditulis dan disutradarai Agus Noor pada Sabtu (27/10) malam. Ratusan warga terhibur dengan pertunjukan tersebut di taman yang dulu dikenal dengan nama Taman Menteri Supeno atau Taman KB ini.
Pementasan Misteri Sang Pangeran menampilkan Prie GS, Butet Kartaredjasa, Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Susilo Nugroho, Sruti Respati, Sahita, Hargi Sundari, Novi Kalur, Rio Srundeng, Semarang Magic Community, Sanggar Greget Semarang, Jagoan Jagoan Jawa Tengah, Teater Djarum, serta iringan musik dari Djaduk Ferianto dan Kuaetnika.
Misteri Sang Pangeran berkisah tentang sebuah negeri yang banyak mengalami gangguan. Rakyat merasa gelisah dan tidak aman. Para perampok dan pencuri mengganggu penduduk. Hingga muncul dua pangeran yang berhasil mengatasi para pengganggu tersebut.
Rakyat merasa senang, bahkan sang putri pun jatuh cinta kepada pangeran. Namun, ternyata tidak semua rakyat senang akan kehadiran dua pangeran itu. Ada yang menghasut Baginda Raja agar memberi hukuman bagi kedua pangeran itu. Dua pangeran pun akhirnya difitnah, kisah cintanya dengan sang putri pun terhalang sebuah syarat yang mustahil dipenuhi, yaitu, membangun taman indah dalam satu malam.
Penulis sekaligus sutradara Misteri Sang Pangeran, Agus Noor menyebutkan, pementasan itu mengambil bentuk dan spirit teater rakyat. Kisah yang ditampilkan juga diolah dari khasanah cerita rakyat Indonesia yang telah banyak berkembang. "Harapannya dari kisah rakyat tersebut, kita dapat memetik hikmah dan kebajikan untuk melihat situasi pada hari ini," ujar Agus Noor.
Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu yang hadir menyaksikan kegiatan tersebut menyambut baik peran swasta dalam menggelar pertunjukan. "Tentu kami sangat mengapresiasi acara pentas teater rakyat karena merupakan momentum pagelaran outdoor yang bisa mengkolaborasi seniman Semarang dan nasional," kata dia.
Meski demikian evaluasi akan dilakukan terutama untuk memberika pertunjukan budaya yang lebih baik, atraktif dan memiliki nilai edukatif sekaligus melestarikan budaya asli Indonesia. "Ke depan, bisa tersosialisasi dengan baik acara di sini sehingga masyarakat bisa tahu. Selain itu dengan pertunjukan ini, sekaligus menekankan bahwa Kota Semarang punya tempat pertunjukan Taman Indonesia Kaya di pusat kota," ujar Mbak Ita sapaan akrab Wakil Wali Kota Semarang ini.
Salah satu seniman yang juga tim kreatif pementasan Misteri Sang Pangeran, Butet Kataredjasa menambahkan hadirnya Taman Indonesia Kaya di Semarang dapat memberikan angin segar bagi para seniman maupun komunitas seni, khususnya di Jawa Tengah. "Dengan adanya fasilitas panggung budaya, diharapkan semakin banyak seniman muda yang memiliki ide dan gagasan kreatif dan memiliki karya seni pertunjukan yang dapat dinikmati masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri," ujar Butet.
Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian, menyebutkan Taman Indonesia Kaya merupakan taman dengan panggung seni pertunjukan terbuka pertama di Jawa Tengah sebagai wadah ekspresi seniman dan pekerja seni. "Sebagai komitmen Bakti Budaya Djarum Foundation untuk melestarikan seni budaya Indonesia, kami akan menyelenggarakan pertunjukan panggung budaya dan seni setiap satu bulan sekali," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




