Partai Modern Tak Bergantung Tokoh
Kamis, 24 Januari 2019 | 22:54 WIB
Jakarta - Pengamat politik, yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengemukakan, partai modern tidak bergantung pada figur tokoh sentral. Kondisi partai politik (parpol) di Indonesia saat ini, masih jauh dari harapan menjadi partai modern. Hal itu karena partai papan atas dan partai level tengah masih membutuhkan tokoh pemersatu dan sentral.
"Kita lihat di Nasdem ada Surya Paloh, Gerindra ada Prabowo, PAN ada Amin Rais, Demokrat ada SBY, kemudian PDIP ada Megawati Soekarnoputri," kata Pangi, di Jakarta, Kamis (24/1) malam.
Ia berpandangan, publik tidak mungkin berharap pada aktor-aktor politik untuk menjalankan demokrasi secara substantif. Pasalnya mereka sendiri tidak mampu menjalankan demokrasi secara murni dalam organisasi atau partainya.
"Institusionalisasi (pelembagaan partai) sangat rendah. Padahal sisi itu sangat penting untuk mencerminkan pengelolaan partai yang moderen yang taat asas dan tunduk pada mekanisme internal yang sudah menjadi kesepakatan dan konsensus partai," tuturnya.
Dia berharap dinamika internal yang demokratis dalam sebuah partai perlu dijaga dan dirawat. Berjalannya proses demokrasi di internal partai politik (intraparty-democracy) menjadi salah satu indikator iklim demokratis di dalam negara.
"Praktik intraparty-democracy yang dijalankan secara serampangan tanpa kontrol yang bijak akan menyeret partai ke dalam konflik yang tidak berkesudahan," tegasnya.
Dia melihat sejauh ini baru Megawati yang cukup demokratis dalam menjalankan roda partai. Megawati berhasil menahkodai PDIP dengan baik. Buktinya, mau mendengar dan menyerap aspirasi suara akar rumput (grasroot) dan suara basis massa wong cilik.
"
Megawati sebagai tokoh sentral cukup mumpuni mempraktikkan intraparty-democracy. Megawati cukup menikmati perbedaan dan dinamika di internal partai. Namun kalau keputusan sudah diambil maka harus tunduk pada aturan dan keputusan partai," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




