DPRD Kota Palu Minta Dinkes Serius Tangani DBD

Rabu, 13 Februari 2019 | 08:08 WIB
JL
JS
Penulis: John Lory | Editor: JAS
Seorang ibu menjaga anaknya yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).
Seorang ibu menjaga anaknya yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). (Antara)

Palu, Beritasatu.com - DPRD Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu untuk serius menangani penularan penyakit demam berdarah dengue (DBD) sehngga tidak menjadi bencana baru yang melanda Palu, pascabencana gempa bumi, tsunami dan likuefaksi yang terjadi pada 28 September 2018 lalu.

"Dinas Kesehatan harus turun lapangan untuk melakukan pemetaan daerah-daerah yang tergolong rawan terhadap penyakit DBD. Selain itu harus ada upaya yang tepat untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit ini seperti melakukan fogging," kata anggota DPRD Kota Palu, Rizal Dg Sewang, Rabu (13/2).

Dia juga berharap, Dinkes Kota Palu melakukan terapi berkelanjutan terhadap penderita, karena DBD dapat menyebabkan kematian.

Sebelumnya, Dinkes Kota Palu mencatat sedikitnya dua orang meninggal akibat DBD dan 48 lainnya tengah dirawat di sejumlah puskesmas dan rumah sakit di daerah itu.

"Yang meninggal adalah anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Mereka meninggal pekan kemarin," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr Huzaimah di Palu, Minggu (10/2).

Huzaimah mengatakan, korban meninggal akibat virus dengue dari gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sudah menyebar ke seluruh bagian tubuh dan menyebabkan trombosit darah menurun drastis sehingga mengakibatkan pendarahan di dalam tubuh.

Sementara, 48 orang lainnya yang didominasi anak-anak, saat ini sedang dirawat secara intensif di sejumlah rumah sakit dan puskesmas.

Dia berharap, para penderita yang tengah dirawat dapat secepatnya pulih sehingga tidak terjadi pertambahan penderita DBD.

Huzaimah mengimbau kepada masyarakat, bila menemukan atau merasakan gejala-gejala DBD segera melaporkan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat agar secepatnya diperiksa dan mendapat penanganan medis sedini mungkin.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar menjaga lingkungan dan tempat tinggal dari potensi-potensi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menyebarkan virus dengue melalui gigitan.

Untuk mencegah DBD, kata dia, Dinkes Palu dibantu pihak puskesmas, kelurahan dan kecamatan terus melakukan sosialisasi kepada warga untuk selalu menerapkan 3 M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup dan mengubur benda-benda yang dapat menampung air seperti kaleng bekas dan sejenisnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon