Selisih 10-15 %, Prabowo-Sandi Harus Kerja Keras
Jumat, 29 Maret 2019 | 10:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pasangan calon presiden dan wakil presiden (paslon) 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) harus lebih bekerja keras untuk bisa menenangkan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Hal ini menyusul jarak elektabilitas sekitar 10-15 persen dalam sejumlah hasil survei.
"Kalau saya katakan, selisihnya hanya 5 persen, maka Pilpres disebut masih kompetitif, dinamis. Kedua paslon punya peluang untuk bisa terpilih. Tapi kalau sudah selisihnya 10-15 persen, Pak Prabowo harus kerja keras. Harus melakukan hal luar biasa, melampaui yang sudah dilakukan selama kampanye," kata Direktur Eksekutif Voxpol Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, Jumat (29/3/2019).
"Mesti ada narasi baru, cita-cita baru, gagasan baru, bagaimana Pak Prabowo mengelola emosi publik sesuai masalah yang dikehendaki publik. Kalau Pak Prabowo piawai berselancar mengambil emosi pemilih yang belum menentukan pilihan, maka akan menambah dukungan," ungkap Pangi.
Akan tetapi, menurut Pangi, merebut suara pemilih yang belum bersikap tidak cukup bagi Prabowo-Sandi. Pangi menyatakan, Prabowo-Sandi perlu melakukan penetrasi dengan merebut pemilih paslon 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf) yang masih mungkin mengubah pilihan. "Pak Prabowo harus coba yakinkan pemilih Jokowi untuk bergeser. Ini yan susah," ujar Pangi.
Menanggapi kans Prabowo-Sandi menyalip Jokowi-Ma’ruf pada hari pemungutan suara 17 April 2019, Pangi menyatakan, segala sesuatu memang dapat terjadi dalam politik. Sebab, ada adagium bahwa politik merupakan seni dari kemungkinan. Meski begitu, di atas kertas terdapat indikator yang terukur. Sebagian kalangan melihat ukuran itu dari hasil survei lembaga yang kredibel.
Dukungan
Menurut Pangi, banyaknya emak-emak atau kalangan perempuan mendukung Jokowi-Ma’ruf, disebabkan oleh faktor program. Misalnya terkait tiga kartu andalan yakni Kartu Sembako Murah, Kartu Indonesia Pintar Kuliah, dan Kartu Pra Kerja. "Emak-emak jadi berpikir juga soal kartu-kartu itu, karena mungkin sangat membantu, sama seperti kartu yang ada sekarang," kata Pangi.
Pada bagian lain,Pangi menyatakan, tingginya elektabilitas Jokowi-Ma’ruf juga dipengaruhi pemilih kalangan menengah ke bawah. Baik secara ekonomi maupun pendidikan. Pasalnya, jumlah pemilih segmen ini begitu besar. Sementara Prabowo-Sandi, mayoritas dipilih kaum menengah atas dan elite. Ini juga yang menyebabkan, elektabilitas Prabowo-Sandi tidak begitu signifikan.
Pangi menuturkan, Sandi kini berupaya memengaruhi sekaligus menggembosi pemilih kelas bawah dari Jokowi-Ma’ruf. Hal itu dikarenakan Prabowo terkesan elitis oleh sebagian masyarakat. "Sedangkan Pak Jokowi bicara sepele, sederhana, sesuai selera masyarakat. Mampu ambil empati, memenangkan hati kelas bawah lewat program realistis," ucap Pangi.
Pangi mengungkap, keunggulan Prabowo-Sandi di hampir seluruh wilayah Sumatera merupakan suatu kewajaran. Namun, Pangi mengingatkan, memenangkan Sumatera maupun Sulawesi, dan Papua berdampak positif. Pulau dan pemilih Jawa masih menjadi kunci kemenangan. "Jawa adalah kunci. Kalau orang Jawa masih kehendaki Pak Jokowi, sulit bagi Pak Prabowo," ucap Pangi.
Menurut Pangi, ada tiga faktor yang menyebabkan Prabowo-Sandi unggul atas Jokowi-Ma’ruf di Sumatera. Pertama, karena ketidakpuasan masyarakat Sumatera dengan kinerja pemerintahan. Khususnya, harga sawit dan karet yang turun. Kedua, pemilih di Sumatera tak mengalihkan dukungan ke Jokowi.
Artinya, sejak Pilpres 2014, warga Sumaera tak mengganti pilihannya dan justru Jokowi yang menurun. "Jadi, Sumatera ini pemilih setianya Pak Prabowo. Infrastruktur itu enggak penting bagi mereka, pokoknya kata mereka ‘dulu kita pilih Prabowo’. Mereka tidak lagi rasional, tapi sosiologis dan psikologis," ucap Pangi.
Ketiga, faktor figur dari Prabowo. Pangi menuturkan, pemilih di Sumatera memang agak unik. Cenderung menyukai keterbukaan, dan kelugasan. "Mereka suka dengan gaya Pak Prabowo. Pak Prabowo mungkin direpresentasikan karakternya orang Sumatera. Tegas, lugas, dan kritis," demikian Pangi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




