Golput Tak Dilarang, Bawaslu: Tinggal Yakinkan Bahwa Memilih Jauh Lebih Penting

Jumat, 29 Maret 2019 | 21:23 WIB
CP
WM
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: WM
Kampanye anti-golput.
Kampanye anti-golput. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com – Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) M Afifuddin menilai bahwa golput ideologis merupakan hak dan tak bisa dilarang. Meski begitu, Afifuddin berharap agar pemilih menggunakan hak pilih.

"Golput ideologis masih ada dan memilih itu hak, jadi ya enggak bisa dilarang. Ini tinggal meyakinkan bahwa memilih itu jauh lebih penting ketimbang tidak menggunakan hak," kata Afifuddin dalam diskusi bertajuk "Legitimasi Pemilu dan Peningkatan Partisipasi Pemilih" di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Afifuddin mengungkap, situasi golput ideologis pada era sekarang berbeda dengan dulu. Pada era Orde Baru, lanjut Afifuddin, hasil Pemilu sudah bisa diprediksi. Akhirnya, golput ideologis menjadi sebuah simbol perlawanan.

"Sekarang itu ‘gelas pecah’ di Bawaslu, KPU (Komisi Pemilihan Umum), semua orang tahu. Kalau dulu kan agak-agak gelap. Kita bisa pastikan pemenanganya A dan B zaman Orde Baru. Sekarang dalam pantauan semua orang," tegas Afifuddin.

Afifuddin menyatakan, Pemilu di Indonesia selalu berlangsung penuh kemeriahan. Hal ini dinilai sulit ditemui di negara lain. Muncul festivalisasi seperti penggunaan pakaian adat oleh penyelenggara dan pengawas di tempat pemungutan suara (TPS).

"Pakai baju adat, ada yang menyediakan makanan lokal. Ini keunggulan kita. Banyak tamu luar negeri datang ke Indonesia langsung bilang itu yang tidak didapatkan di negara mereka," ucap Afifuddin.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon