LSI: Penyebutan Dilan Efektif Rebut Suara Milenial
Minggu, 31 Maret 2019 | 21:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby mengemukakan, dalam debat Calon Presiden (Capres) pada Sabtu (30/3) malam, Joko Widodo (Jokowi) ingin menunjukan bahwa dia update dengan perkembangan-perkembangan terkini yang menjadi hits di kalangan milenial. Hal itu terlihat dari penggunaan istilah Digital Melayani (Dilan). Dilan itu sendiri adalah sebuah judul film yang sempat populer di tahun 1990/1991.
" Jokowi ingin menyederhakan dan memudahkan masyarakat mengetahui programnya," kata Adjie, di Jakarta, Minggu (31/3/2019) malam.
Adjie melihat istilah itu sesungguhnya digunakan untuk semua publik. Namun menarik bagi millenial, karena itu bahasa mereka saat ini.
"Dengan penyebutan Dilan yang pernah populer lewat film, Jokowi ingin kesankan ke milineal bahwa dia memahami style dan bahasa mereka. Ini istilahnya sekali mendayung dua pulau terlewati. Jadi untuk publik umum dan milienal," tutur Adjie.
Menurut Adjie, pemilih di kalangan milenial umumnya lebih skeptis terhadap politik. Namun milenial biasanya suka atau gandrung dengan pemimpin yang punya ability to inspire. Mereka suka pemimpin yang bisa menjadi teladan dan inspirasi.
"Dari kedua pasangan, Jokowi di kubu 01 dan Sandiaga Uno di kubu 02. Keduanya punya potensi menarik pemilih milineal. Sekarang pekerjaan rumahnya, bagaimana mempersuasi pemilih milineal agar mereka bisa datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Mereka harus diyakinkan bahwa suara mereka sangat dibutuhkan," tutur Adjie.
Di tempat terpisah, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengemukakan, penggunaan istilah Dilan dari Jokowi cukup efektif untuk merebut suara milenial. Dengan penyebutan tersebut, Jokowi mencoba menyasar pemilih melenial dengan mengunakan bahasa ala milenial
"Kalau ingin mengambil ceruk milenial tentu harus menyesuaikan dengan bahasa kaum melenial. Jokowi sengaja mengunakan istilah melenial. Jadi kalau ingin menyasar pemilih melenial harus mengunakan bahasa kaum melenial," kata Pangi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




