Temukan Figur Tepat, PDIP dan Partai Demokrat Sukses Dalam Pileg dan Pilpres
Senin, 29 Juli 2019 | 21:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat (PD) berhasil menemukan figur tepat, sehingga sukses dalam pesta demokrasi nasional. Khususnya, pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres).
"Sejak reformasi, partai yang sukses menemukan figur yang tepat dalam pemilu dan pilpres sehingga sukses, baru PDIP dan Partai Demokrat," ungkap Wakil Sekretaris Jenderal PD, Andi Arief dalam pesan singkatnya, Minggu (29/7/2019).
PDIP dan PD pernah memenangkan Pilpres yang digelar secara langsung. Pada Pilpres 2004, PD yang mengusung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berhasil memenangkan pilpres. Meski ketika itu, PD sebagai partai baru, bukan pemenang pemilu.
Sedangkan pada Pilpres dan Pemilu Legislatif (Pileg) 2009, PD meraih suara terbanyak. SBY pun menjabat presiden untuk periode kedua. Sementara PDIP, memenangkan Pileg dan Pilpres 2014 serta 2019. PDIP mengusung kadernya, Joko Widodo (Jokowi) maju di dua pilpres tersebut.
Di sisi lain, menurut Andi, partai oposisi belum pernah berhasil dalam sejarah politik Tanah Air. Terkecuali, kekuatan oposisi rakyat dan gerakan mahasiswa yang melawan rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Soeharto.
Andi menjelaskan, PDIP yang beroposisi pada 2004-2009, gagal pada Pileg dan Pilpres 2009. Lima tahun berikutnya, PDIP juga tetap memilih jalur oposisi. Menurut Andi, kesuksesan PDIP pada 2014, karena adanya figur Jokowi.
Artinya, lanjut Andi, keberhasilan PDIP tidak murni. Sebab, PD tidak mendapat sosok tepat untuk diusung pada Pilpres 2014. "Partai yang berkuasa (PD) saat itu tidak menemukan figur tepat," demikian Andi.
Konsisten
Secara terpisah, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menuturkan, PDIP memang konsisten memilih peran oposisi selama 10 tahun. Hasilnya, PDIP memenangkan konstestasi politik pada 2014.
"PDIP konsisten dengan sikapnya 10 tahun oposisi. Peran oposisi itu, maksimal dijalankan oleh PDIP, sehingga ketika Pileg dan Pilpres 2014, mereka sukses. Belakangan, Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) gagal mainkan peran oposisi," kata Pangi saat dihubungi.
Menurut Pangi, koalisi pemerintahan memang sepatutnya memiliki kedisiplinan dan loyalitas. "Di era Pak SBY dulu ada yang sudah di koalisi, tiba-tiba keras dan lantang soal kebijakan tertentu. Ini agak tabu," ucap Pangi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




