Cari Helikopter MI-17 di Papua, TNI Kerahkan Pesawat Intai Strategis

Kamis, 1 Agustus 2019 | 22:27 WIB
YS
AO
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: AO
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Sisriadi.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Sisriadi. (Istimewa/Puspen TNI)

Jakarta, Beritasatu.com - Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan pesawat intai strategis CN-235 dari Skadron Udara 5/Intai Strategis, Wing Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, milik TNI AU, untuk mencari lokasi jatuhnya helikopter MI-17 yang hilang kontak sejak 28 Juni 2019 di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

"TNI juga akan mengerahkan Heli Bell 412 AD dan Boeing 373 Intai Strategis, termasuk CN-235 pendorong logistik yang akan diberangkatkan besok pagi, Jumat (2/8/2019) melalui Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Sisriadi di Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Mayjen Sisriadi juga mengatakan bahwa proses pencarian helikopter MI-17 dengan nomor registrasi HA-5138 milik TNI AD yang hilang kontak di kawasan Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, sejak 28 Juni 2019, belum dihentikan. Sampai saat ini upaya pencarian helikopter naas itu masih terus dilakukan.

"Memasuki hari ke-33, TNI masih melakukan pencarian Helikopter MI-17 yang membawa 12 orang, terdiri dari tujuh orang kru dan lima orang personel Satgas Yonif 725/Wrg yang akan melaksanakan pergantian pos," kata Kapuspen.

Seperti diketahui, helikopter MI-17 milik TNI AD dikabarkan hilang kontak setelah sepuluh menit lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura. Helikopter tersebut tengah melakukan misi pendorongan logistik (dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon