TPNPB-OPM Bertanggung Jawab atas Penembakan 2 Anggota TNI di Nduga

Senin, 19 Agustus 2019 | 15:37 WIB
RI
JM
Penulis: Robert Isidorus | Editor: JEM
TPN PB Organisasi Papua Merdeka memperlihatkan senjata yang Dirampas dari TNI dalam kontak senjata pada 7 Maret 2019 di Kampung Windi Distrik Derakma, Kabupaten Nduga Papua.
TPN PB Organisasi Papua Merdeka memperlihatkan senjata yang Dirampas dari TNI dalam kontak senjata pada 7 Maret 2019 di Kampung Windi Distrik Derakma, Kabupaten Nduga Papua. (Suara Pembaruan/Robert Isidorus)

Jayapura, Beritasatu.com - Juru Bicara Komnas Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom mengatakan, organisasi TPNPB-OPM bertanggung jawab terhadap penembakan di Distrik Derakma, Kabupaten Nduga, Papua yang mengenai dua prajurit TNI dari kesatuan Yonif 751/VJS

"Bridgen Egianus Kogeya (pimpinan TPNPB-OPM) dalam suratnya sudah menyampaikan adanya perang di Jalan Trans Wamena-Nduga yaitu dari Habema sampai di Yuguru, ibu kota Kabupatena Nduga," kata Sebby Sambom kepada Beritasatu.com, Minggu (18/8)/2019).

Sebagaimana diketahui, patroli satuan tugas (satgas) pengamanan daerah rawan (pamrahwan) dari Yonif 751/VJS, Jumat (16/8/2019) sore sekitar pukul 15.30 WIT, diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat melintas di sekitar Danau Habema menuju Mbua, Kabupaten Nduga, Papua.

Akibat serangan tersebut, dua anggota terluka yakni Pratu Panji mengalami luka tembak di lengan kiri dan Pratu Sirwandi terkena di paha kiri tembus pinggang. Kedua korban saat ini sudah dievakuasi ke RSUD Wamena. Namun Pratu Sirwandi akhirnya meninggal dunia. Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto membenarkan terjadinya insiden tersebut.

Sebby Sambom mengatakan, dalam rentetan kejadian tersebut, Panglima Daerah Kodap III TPNPB-OPM Ndugama, Bridgen Egianus Kogeya, bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Ia mengungkapkan, penembakan terjadi tanggal 14 Agustus 2019 di Gedung Gereja Tua "Sion" Derakma. Sedangkan anggota TNI yang terkena tembak dievakuasi ke Wamena. "Tanggal 16 Agustus, penembakan terhadap dua mobil tipe strada terjadi di Danau Habema," ujarnya

Ia mengatakan, tujuan perjuangan TPNPB-OPM adalahuntuk memperjuangkan hak politik dan penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua.

"TPNPB-OPM tidak akan berhenti perang, dan perang terus sempai Papua merdeka," kata Sebby Sambom.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon