40 Pengungsi Wamena Tiba di Jatim
Senin, 30 September 2019 | 10:59 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menjenguk 40 orang warga Jatim asal Sampang (Madura), Mojokerto, dan Lumajang yang pulang kembali ke kampung halaman mereka dari yang semula mengadu nasib di Wamena, Papua.
Sebelum diantar kembali ke rumah masing-masing, mereka diistirahatkan terlebih dahulu di Asrama Transito milik Disnakertrans Provinsi Jatim, Jalan Margorejo Surabaya, Minggu (29/9/2019) siang.
"Mereka sebelum dipulangkan ke daerah kampung halaman masing-masing, ditampung sementara di Asrama Transito. Ke-40 orang warga Jatim itu terdiri dari 32 orang berasal dari Sampang dan delapan lainnya asal Mojokerto dan Lumajang," ujar Staf Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim, Novi Widiani kepada Gubernur Jatim yang siang itu meninjau keberadaan para pengungsi Wamena asal Jatim di Asrama Transito Disnakertrans Jatim, Minggu kemarin.
Khofifah mengatakan, mereka yang diungsikan dari Wamena itu sementara waktu sengaja ditransitkan di Asrama Transito di Surabaya sebelum mereka akan diantar kembali ke runmah asal masing-masing. Kepada para pengungsi, Gubernur memberikan bantuan kepada mereka untuk bekal di tanah asalnya.
"Setelah mereka tenang dan berpikir jernih di kampung halamannya, mereka yang semula sudah mapan bekerja, berdagang di Wamena, akan memilih, apakah balik ke Papua atau cukup bekerja di Jatim," ujar Khfifah.
Ketika ada kerusuhan kemarin, ada konflik sosial, akhirnya mereka ingin kembali dulu ke rumah masing-masing di Jatim. "Nanti setelah Wamena kembali kondusif, mereka bisa memilih kembali ke Wamena atau berdagang di kota asalnya atau di kota lain di Jatim," ujar Khofifah.
Pada bagian lain Gubernur Khofifah membenakan bahwa hari itu (Minggu pagi) ada dua pesawat angkut Hercules yang dikirim dari Bandara Abdurrahman Saleh Malang menuju Wamena. Terkait komunikasi yang dilakukan dengan Pemprov Papua, lanjut dia, pada Senin (30/9/2019) hari ini Bupati Mimika akan datang ke Jatim guna membahas langkah-langkah penanganan warga Jatim yang kembali ke Jatim.
"Kami berharap bahwa itu proritas untuk bisa mengajak warga Jatim karena masih banyak yang ada di pengungsian sekitar Airport," ujar Khofifah. Terhadap warga asal Jatim yang ada di Wamena dan Mimika, Khofifah mengaku belum bisa memastikan jumlahnya.
"Ini karena juga sebagian dari saudara kita di Wamena, ada banyak juga di Mimika. Kita juga koordinasi dengan TNI AL bersama RS Suharso yang ada di Papua. Kita sama-sama harus menjaga suasana tetap kondusif, kita harus menjaga ini adalah bagian dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara," tuturnya.
Sekitar setengah jam menemui ke-40 warga pengungsi Jatim dari Wamena, Khofifah akhirnya melepas kepergian mereka menuju daerah asal masing-masing. Ada satu bus dengan tujuan Sampang, kemudian ada dua mobil minibus dengan tujuan Lumajang dan Mojokerto.
Tiba di Sampang
Sebanyak 24 orang pengungsi Wamena asal Kabupaten Sampang, Madura, akhirnya tiba di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) setempat, Minggu (29/9) tadi malam. Mereka yang semula diterbangkan dengan pesawat Hercules dari Papua itu kemudian oleh Pemprov Jatim dinaikkan bus Nopol L 7665 G dari Bandara Juanda Surabaya menuju Sampang.
"Kita data dan kita fasilitasi hingga diantar ke rumah asal mereka masing-masing. Sebelum diantar mereka menjalani tes dan pelayanan kesehatan guna memasikan mereka tiba dalam keadaan sehat walafiat," ujar Yuliadi Setiawan selaku Pejabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Sampang kepada wartawan, semalam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




