Dana Desa Belum Mampu Sejahterakan Masyarakat

Sabtu, 21 Desember 2019 | 15:29 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Ilustrasi Dana Desa
Ilustrasi Dana Desa (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Mirah M Fahmid menyampaikan, dana desa yang selama ini digelontorkan pemerintah belum mampu mensejahterakan masyarakat desa.

Pemerintah Disarankan Dorong Bumdes Berbentuk Koperasi

Sejak digelontorkannya dana desa, menurut Mirah belum terlihat perbaikan kesejahteraan masyarakat dalam bentuk pengurangan tingkat kemiskinan dan ketimpangan di desa. Hal ini dilihat dari pertumbuhan jumlah penduduk miskin di perdesaan selama empat tahun terakhir yang menurun rata-rata sebesar 2,7 persen per tahun.

"Dibandingkan dengan sebelum adanya dana desa (2010-2014), pemerintah mampu menurunkan jumlah penduduk miskin di perdesaan rata-rata sebesar 3,1 persen per tahun," papar Mirah F Fahmid, di Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

Senator NTT: Desa Adat Harus Dapat Dana Desa

Selain kemiskinan, ketimpangan yang diukur dengan rasio gini di perdesaan sebelum adanya dana desa rata-rata sebesar 0,23. Sementara, setelah adanya dana desa rata-rata rasio gini sebesar 0,22 selama empat tahun atau stagnan. Menurut Mirah, hal ini menunjukkan bahwa dana desa belum mampu memperbaiki tingkat ketimpangan di perdesaan.

Di sisi lain, upah buruh petani riil pada September 2019 sebesar Rp 38.278 per hari. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan pada 2013 sebesar Rp 39.618 per hari. Data ini menggambarkan bahwa dana desa belum mampu meningkatkan kesejahteraan buruh tani.

Jatim Targetkan Bebas Desa Tertinggal di 2020

"Faktanya, selama ini dana desa banyak digunakan untuk membangun infrastruktur dibandingkan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat. Alasannya, karena pertanggung jawaban pembangunan infrastruktur lebih mudah untuk dilengkapi dibandingkan jika melakukan aktivitas atau usaha pemberdayaan masyarakat," tutur Mirah.

Hal yang seharusnya dilakukan dengan dana desa, menurut Mirah, adalah membuat aktivitas yang mampu melahirkan entrepreneur baru di desa, sehingga dapat mengembangkan bisnis-bisnis baru yang lahir dari desa dengan keunikan karakteristik kawasan perdesaan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon