Logo BeritaSatu

RUU Cipta Kerja Jadi Momentum Penataan Regulasi

Jumat, 1 Mei 2020 | 20:29 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Rieke Diah Pitaloka, mengapresiasi pandangan sejumlah pakar hukum terkait Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja. RUU tersebut dinilai sebagai kesempatan emas untuk menata sistem regulasi di Indonesia.

Baca: RUU Cipta Kerja Perbaiki Regulasi yang Hambat Investasi

"Kita harapkan inilah kesempatan membangun tata regulasi dan tidak bertentangan dengan sistem hukum dan ketatanegaraan ini. Kita adalah negara hukum dan keyakinan itu menjadi optimistis kita bersama," kata Rieke dalam keterangannya, Jumat (1/5/2020).

Rieke menuturkan, setiap Undang-undang (UU) memiliki landasan filosofis, sosiologis dan yuridis masing-masing. Ketiga landasan tersebut ditetapkan berdasarkan latar belakang proses penyusunan masing-masing UU yang berbeda-beda. Menurutnya, diperlukan kajian atau analisa terhadap 79 UU yang terdampak oleh draf RUU Cipta Kerja.

"Tentu saja yang penting adalah menyandingkan landasan filosofis dan yuridis yang ada di 79 UU tersebut sehingga menurut hemat kami, jangan sampai landasan sosiologis dan yuridis dari UU yang lama jika tidak dicabut, masih berlaku," ujar Rieke.

Baca: Gesit Ajak Warganet Dukung Omnibus Law Cipta Kerja

Rieke menambahkan, semangat RUU Cipta Kerja antara lain menghindari hiperegulasi. Pihaknya tidak menginginkan RUU Cipta Kerja justru membuat regulasi tetap saling bertabrakan. Di sisi lain, Rieke berharap pembahasan RUU Cipta Kerja, semakin mengerucut langsung ke dalam daftar inventarisasi masalah (DIM).

Sementara itu, Anggota Baleg Taufik Basari mengatakan, RUU Cipta Kerja yang menjadi usulan pemerintah, memiliki tujuan yang baik.

"Sebenarnya maksud dan tujuan RUU ini jelas, sepertinya memang dimaksudkan untuk membangkitkan ekonomi kita, dengan melakukan debirokratisasi, memperbaiki perizinan dan sebagainya dengan metode omnibus," kata Taufik.

Baca: RUU Cipta Kerja Berdimensi Kesejahteraan Masyarakat

Akan tetapi, menurut Taufik, pemerintah menerjemahkan poin-poin yang menjadi isi RUU. "Di bagian konsideran, maksud dan tujuan sebenarnya sudah jelas. Niat baiknya sudah terlihat dari pemerintahan, tapi kedodoran ketika berupaya mendetailkan bagian mana yang harus diatur, bagian mana yang harus dihapus, norma baru apa yang harus muncul untuk mencapai maksud dan tujuan dari RUU ini," ungkap Taufik.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kebakaran di Kemenkumham, Satu Pegawai Terluka

Satu pegawai Kemenkumham terluka akibat memecahkan kaca saat kebakaran melanda gudang lantai lima, Kamis pagi.

NEWS | 8 Desember 2022

Ibu Kota China Mulai Melonggarkan Kebijakan Keras Covid-19

Ibu Kota China Beijing pada Rabu (7/12/2022) mulai melonggarkan kebijakan keras Covid-19 mereka yang telah memukul sektor ekonomi dan memicu aksi protes.

NEWS | 8 Desember 2022

2 Korban Bom Bunuh Diri Bandung Masih Dirawat di Rumah Sakit

Dua korban bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, Kota Bandung atau bom Bandung dirawat di RS Immanuel dan RS Bhayangkara Sartika Asih. 

NEWS | 8 Desember 2022

Orang Tua Korban Gangguan Ginjal Lapor ke Bareskrim Polri

Keluarga korban kasus gangguan ginjal akut melapor ke Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. 

NEWS | 8 Desember 2022

Kuasa Hukum Sebut Ferdy Sambo Tak Ikut Tembak Brigadir J

Kuasa hukum Ferdy Sambo, Rasamala Aritonang menyebut kliennya tidak ikut menembak Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

NEWS | 8 Desember 2022

Hapus Cara Tradisional, Aturan Baru Ini Bikin Usia Orang Korea Selatan Lebih Muda

Aturan baru menghapus metode penghitungan usia cara tradisional yang akan membuat usia orang Korea Selatan lebih muda.

NEWS | 8 Desember 2022

Pengurus Baru Aspikom Korwil Jabodetabek Periode 2022-2025 Resmi Dilantik

Acara pelantikan berlangsung di Aula Nurcholis Madjid, Universitas Paramadina, Jakarta Selatan pada Rabu, 7 Desember 2022. 

NEWS | 8 Desember 2022

Kemenkes Pantau Subvarian Omicron BN.1 yang Muncul di Indonesia

Selain Amerika Serikat, Omicron BN.1 juga terdeteksi di lebih 30 negara lainnya, termasuk Australia, Inggris, India, hingga Austria

NEWS | 8 Desember 2022

Hari Ini, 2 Gempa Lebih dari 5,0 M Guncang Tanah Air

Hari ini, Kamis (8/12/2022) wilayah Indonesia diguncang dua gempa berkekuatan lebih besar dari magnitudo 5.

NEWS | 8 Desember 2022

Publik Puas dengan Kinerja Prabowo Subianto, Erick Thohir, dan Sandiaga Uno

Publik mengaku puas dengan kinerja tiga menteri, yakni Prabowo Subianto, Erick Thohir, dan Sandiaga Uno.

NEWS | 8 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# UU KUHP


# Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Sukabumi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kebakaran di Kemenkumham, Satu Pegawai Terluka

Kebakaran di Kemenkumham, Satu Pegawai Terluka

NEWS | 14 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE