Dicemooh Warga, Pasien Covid-19 yang Sembuh Akui Keramahan Tenaga Medis

Minggu, 10 Mei 2020 | 10:53 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ruang solasi pasien Covid-19.
Ruang solasi pasien Covid-19. (Antara)

Timika, Beritasatu.com - Sebagaimana kisah pasien Covid-19 yang lain, keluarga SPP (salah satu pasien yang dinyatakan sembuh di Mimika, Papua) juga mengalami perlakuan yang kurang menyenangkan dan bersahabat dari masyarakat di lingkungan terdekat saat mengetahui dirinya dan suami positif terinfeksi Covid-19.

SPP berujar, bahkan ada oknum warga yang menyebut suaminya telah meninggal dunia saat masuk ruang isolasi RSUD Mimika. Suaminya, RDL pun dipersalahkan karena masih beraktivitas di luar rumah sebelum diisolasi. "Padahal kita tidak tahu (terinfeksi), siapa yang mau minta penyakit bodok ini datang," kata SPP sambil menangis.

Stigma dan diskriminasi juga merembet ke keluarganya. Seorang anak angkatnya saat hendak membeli minyak tanah pada sebuah kios, disuruh tidak boleh mendekat dan hanya melemparkan uang dari jauh.
Ketika SPP dan suami tengah berjuang melawan virus corona yang ganas itu, keluarganya pun yang tinggal di rumah ikut mengalami perlakuan kurang menyenangkan dari sesama.

"Sekarang begini, orang cuma lihat dia sakit saja, tidak lihat dia punya perjuangan untuk kota ini. Sekarang dia di ruang isolasi, dia dikata-katai, saya dikata-katai, kami punya keluarga dikata-katai. Siapa yang mau minta ini penyakit, tidak ada seorangpun yang minta dan mengharapkan tertular Covid-19," kata wanita berusia 30 tahun itu.

Baca : Kisah Pasien Covid-19, Bunyi Paru-Paru Seperti Keran Dibuka Setengah

Saat ini SPP menantikan kepulangan suaminya kembali ke rumah karena masih menjalani perawatan dan isolasi di RSUD Mimika. RDL sudah dinyatakan negatif dari Covid-19 saat pemeriksaan pertama setelah menjalani perawatan, namun pada pemeriksaan kedua dinyatakan masih positif Covid-19.
"Tapi bapak sudah lepas infus, sudah senam, sudah sehat. Bapak kan umur 62 tahun, ada penyakit bawaan, pernah by pass jantung lewat operasi besar, jadi kita sabar saja," katanya.

SPP mengaku kini masih menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Masa isolasi mandiri terhitung sejak ia keluar dari RSUD Mimika. Setelah melalui masa 14 hari, SPP akan mendapat surat keterangan bebas Covid-19 dari Dinkes Mimika.

Dukungan dan Motivasi
SPP mengatakan mendapat dukungan dan motivasi dari keluarga terdekat dan jemaat di lingkungan gereja selama dirawat di RSUD Mimika sehingga bisa menang melawan virus corona.
Tidak itu saja, kelembutan dan keramahan para tenaga dokter dan perawat di ruang isolasi RSUD Mimika saat memberikan pelayanan kepada para pasien juga dinilainya sangat membantu proses pemulihan kesehatan pasien Covid-19.
"Mereka semua sangat menakjubkan, tidak pandang mau suku atau agama apa, mereka kasih semangat kita seperti orang tua sendiri. Jadi luar biasa, bikin orang semangat mau pulang begitu. Dokternya teliti, mantri dan susternya cekatan semua," katanya.

SPP mengaku pernah suatu ketika pada jam 01.00 WIT dini hari, ia meminta bantuan kepada perawat RSUD Mimika. Perawat pun datang menghampirinya untuk memberikan bantuan tanpa mengeluh sedikitpun. "Kami tidak mungkin bisa membalas kebaikan budi mereka. Mereka paling sayang kami semua. Kami di ruang isolasi itu tidak hanya dari kalangan Nasrani, ada juga dari kalangan Islam. Kami saling menguatkan dan berdoa agar semua pasien yang dirawat bisa segera pulih dan sembuh dari penyakit ini," ujar SPP.

Dia berpesan sekaligus mengajak warga yang mengalami gejala influenza agar tidak takut memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. SPP juga berharap tidak ada lagi stigma terhadap pasien positif dan keluarganya.

"Prinsipnya sederhana, tidak ada satu pun manusia di dunia yang ingin terinfeksi virus ini. Ini bukan aib. Mari kita tetap baku sayang, baku lihat, baku jaga, baku mengerti. Jangan karena penyakit ini terjadi perpecahan di antara masyarakat. Semua orang bisa tertular penyakit Covid-19 ini," tutur SPP.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Mimika Reynold Ubra mengatakan hingga saat ini terdapat 77 pasien COVID-19 masih menjalani perawatan dan isolasi di sejumlah rumah sakit di Mimika. Sebanyak 50 pasien menjalani perawatan dan isolasi di RS Tembagapura, 17 orang dirawat dan diisolasi di RSUD Mimika dan tujuh orang lainnya dirawat dan diisolasi di Shelter Wisma Atlet Timika sebagai satelit dari RSUD Mimika.

Reynold terus mengimbau warga Mimika untuk tetap tinggal di rumah dan meminimalisasi aktivitas di luar rumah guna mencegah penularan COVID-19.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon