Bertambah 19, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Papua Menjadi 362

Minggu, 17 Mei 2020 | 20:04 WIB
RI
IC
Penulis: Robert Vanwi Isidorus | Editor: CAH
Seorang warga duduk di antara pertokoan yang tutup di Jayapura, Papua, Rabu, 1 April 2020.
Seorang warga duduk di antara pertokoan yang tutup di Jayapura, Papua, Rabu, 1 April 2020. (ANTARA FOTO/Gusti Tanati)

Jayapura, Beritasatu.com - Jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 di Papua kembali bertambah menjadi 362. Diperkirakan jumlah kasus akan terus naik karena puncak pengidap penyakit ini di Papua diperkirakan pada angka 450.

Juru Bicara Satgas Pengendalian Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua Dokter Silwanus Sumule menyampaikan perkiraan jumlah tersebut sebelumnya diutarakan Kementerian Kesehatan saat berlangsung video conference sekitar tiga minggu lalu.

"Itu hasil perhitungan dari oleh ahli-ahli di pusat dan disampaikan saat video conference tiga minggu lalu bahwa kita di Papua angka puncak kita 450 dan setelah itu akan terjadi penurunan angka yang positif,’’ ujar Silwanus Sumule dalam keterangannya di Jayapura, Minggu (17/5/2020).

Angka 362 hari ini dicapai setelah adanya penambaham 19 kasus positif yang berasal dari Kota Jayapura sebanyak 15 dan Kabupaten Jayapura 4 kasus.

Dari jumlah tersebut, pasien dirawat 266 dirawat atau 73 persen, sembuh 89 atau 25 persen dan meninggal dunia 7 orang atau 2 persen. Sementara orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 3045 dan pasien dalam pengawasan (PDP) 485.

Adapun jumlah sample swab yang sudah diperiksa dengan metode PCR sebanyak 2.762 .

Sumule mengatakan dengan melihat situasi masyarakat saat ini yang tidak taat pada protokol kesehatan, dikhawatirkan jumlah yang terpapar covid-19 di Papua akan melebihi angka puncak tersebut.

‘’Masyarakat tidak menaati protokol kesehatan, tidak melakukan social distancing maupun physical distancing, kalau berada di luar rumah tidak menggunakan masker, saya sangat khawatir jumlah yang terinfeksi akan jauh lebih banyak dari yang diprediksi. Saat ini saya sudah sangat was-was,’’jelasnya.

Untuk pihaknya berencana untuk melakukan rapid test massal di 5 daerah di Papua. yakni, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, Keerom dan Nabire.

"Jumlah kasus di lima daerah ini terus bertambah setiap harinya dan terbanyak di Papua, sehingga kita berencana untuk melakukan rapid test massal di 5 daerah itu," ujarnya.

Silwanus mengaku, untuk melakukan rapid test massal di lima daerah tersebut, maka dibutuhkan sedikitnya 249.000 alat rapid test.

"Yang kita punya sekarang sekitar 31.000 yang tersedia di gudang. Sementara kita membutuhkan sedikitnya 249.000 alat rapid test, untuk itu kita akan tambah sebelum melakukan rapid test masal," bebernya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon