Klemen Tinal: Papua Sedang Menuju Puncak Pendemi Covid-19
Minggu, 7 Juni 2020 | 11:57 WIB
Jayapura, Beritasatu.com - Fakta sekarang yang ada di Provinsi Papua bahwa pandemi virus corona (Covid-19) sedang naik dan menuju titik kulminasi.
Hal ini dikatakan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal kepada wartawan melalui media virtual zoom, Sabtu (6/6/2020) malam,
Dikatakan, pada Sabtu (6/6/2020) sore, kasus positif Covid-19 di Papua sudah mencapai 1.038 kaasus, dan penyebaran ini naik terus.
"Yang disebut pemerintah pusat dengan new normal itu adalah pada saat sudah menuju titik puncak. Kemudian kurvanya mulai turun. Waktu angkanya turun, belum tentu akan ke angka 0 seperti sedia kala. Bisa jadi mulai dari angka tertentu, atau flat/datar. Itulah situasi yang dinamakan new normal," kata Klemen Tinal.
Saat ini, kata Klemen Tinal, Papua sedang menuju titik puncak peyebaran Covid-19. Terkait itu, strategi pemerintah sudah sangat jelas melakukan tiga langkah penanganan berupa penguatan sistem kesehatan sesuai protokol kesehatan standar WHO dan Pemerintah RI melalui Kementerian Kesehatan RI. Kedua, penanganan dampak sosial ekonomi dan yang ketiga perlindungan social terhadap masyarakat yang terdampak langsung.
"Ketiga hal ini yang terus menerus dilakukan. Kebijakan dan strategi ini akan berjalan baik jika semua pihak, termasuk pemerintah maupun mitra kerja dalam hal ini pers, tokoh masyarakat, tokoh agama termasuk juga masyarakat yang termasuk subjek pembangunan," ujar Klemen Tinal.
Hal ini, kata Klemen Tinal, karena konteks pembangunan di Republik Indonesia dalam semangat reformasi masyarakat adalah subjek pembangunan dan pemerintah adalah fasilitator dalam mengaplikasikan dalam kebutuhan sehari-hari. Sehingga jikalau ini dapat bekerja sama maka diharapkan sesuai dengan asumsi yang disampaikan oleh pemerintah pusat bahwa bulan Juni ini Papua akan mencapai titik tertinggi. Kemudian Juli kurvanya mulai menurun.
"Kita harapkan kalau Juli menurun. Agustus sudah bisa new normal. Dengan asumsi waktu itu dari pusat 450 orang yang positif. Akan tetapi dengan fakta hari ini sudah 1.038 kasus. Berarti asumsi bisa dipatahkan. Akan tetapi kesemuanya ini tergantung pada kita semua dalam hal ini masyarakat dan kita bagaimana menyadari dan bersama–sama menanggulangi ini dengan melakukan penguatan sistem kesehatan," kata Klemen Tinal.
Menurut data yang ada, sebanyak 14 kabupaten di Papua masuk dalam zona merah dalam artian sudah terdampak semua baik itu yang positif, orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP). Sementara ada 15 kabupaten belum ada angka positif atau masih masuk zona normal.
Klemen Tinal memprediksikan pada puncak pandemi Covid-19 di Papua, angka kasus positif bisa mencapai sekitar 2.000 kasus.
"Bisa jadi nanti kali dua ya dari angka yang sekarang, mengapa karena kita belum sampai di puncaknya, dan melihat kondisi masyarakat kita yang sampai saat ini belum menjalankan protokol kesehatan dengan tertib," keluhnya.
Relaksasi
Terkait kebijakan relaksasi yang diambil Pemerintah Papua untuk memberikan kelonggaran bagi warganya agar bisa kembali beraktifitas. Kebijakan ini, menurut Klemen Tinal, janganlah disalahartikan sebagai kebijakan yang bisa menyebabkan angka penularan semakin tinggi.
Menurutnya, relaksasi ini adalah kebijakan yang diambil untuk memperbaiki kehidupan masyarakat yang hampir dua bulan lebih ini tidak berjalan normal karena adanya pembatasan yang ketat.
Dengan relaksasi ini justru sangat membantu masyarakat agar bisa memperbaiki kehidupan mereka. "Masalah penyebaran virus corona itu kita kembalikan kepada masyarakat, kalau mau terhindar dari corona harus disiplin jalani protokol kesehatan yang ada," terangnya.
Karena relaksasi yang berlaku saat ini juga sangat ketat dengan aturan protokol kesehatan, baik itu social distancing maupun physical distancing, bukan saja pada aspek kesehatan saja. Akan tetapi pada semua aspek kehidupan.
"Masyarakat diharapkan bisa memproteksi dirinya sendiri dengan hidup disiplin, jadi saya mau tegaskan disini, kuncinya adalah disiplin, kalau kita semua disiplin jalani protokol kesehatan yang ada maka jangan kuatir akan tertular virus corona, "tekannya.
Sementara Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua dr Silwanus Sumule menagatakan, sampai tanggal 6 Mei 2020 ada penambahan sebanyak 109 kasus positif, sehingga total komulatif pasien positif covid-19 di Papua sebanyak 1.038 kasus.
"Ini merupakan penambahan kasus harian positif terbanyak kita, ada 109 kasus dan 108 diantaranya berasal dari kota Jayapura, 1 kasus dari kabupaten Jayapura," kata Silwanus Sumule saat konferensi pers melalui aplikasi zoom meeting, Sabtu malam ini.
Diungkapkan Sumule, dari total 1.038 kasus tersebut sebanyak 738 pasien dalam perawatan, 286 sembuh dan 14 pasien meninggal. Dimana angka tersebut merupakan hasil pemeriksaan terhadap 5.819 sampel swab dengan metode PCR. Selain jumlah pasien positif yang bertambah, dilaporkan juga penambahan jumlah ODP dan PDP.
"ODP kita juga mengalami penambahan sebanyak 95 orang sehingga totalnya menjadi 3.235,sementara PDP ada penambahan 20 kasus, sehingga total PDP kita hinga hari ini sebanyak 805 kasus, "ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




