Kabid Humas Polda Sultra: Pria Penyerang Mako Brimob Diduga Alami Kejiwaan

Minggu, 21 Juni 2020 | 19:10 WIB
GG
B
Penulis: Gardi Gazarin | Editor: B1
Kapolda Sultra Irjen Merdisyam (tengah).
Kapolda Sultra Irjen Merdisyam (tengah). (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Petugas jaga Mako Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menggagalkan penyerangan yang dilakukan seorang pria, Salman (38). Pelaku datang membawa bensin, korek api, dan alat pemukul terbuat besi berhasil masuk ke dalam Mako Brimob.

Aksi Salman yang diduga hendak membakar Mako Brimob itu berhasil digagalkan petugas jaga. Dari tangan pelaku disita sejumlah barang bukti berupa, payung, bensin satu liter, paku, satu rol kabel listrik, dan senjata pukul rakitan.

Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Merdisyam kepada SP, Minggu (21/6/2020) membenarkan kejadian yang terjadi pada Sabtu (20/6/2020). Dari pemeriksaan diketahui, pelaku sengaja melakukan penyerangan kepada personel Polri yang sedang berjaga.

Namun Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara AKBP Ferry Walintukan, Minggu (21/6/2020) mengatakan, Salman diduga memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Pria berusia 38 tahun itu tercatat kerap melakukan penyerangan terhadap warga.

Menurut AKBP Ferry, berdasar keterangan dari salah satu pihak keluarga Salman, pada tahun 2009 yang bersangkutan pernah dirantai selama satu tahun lantaran kerap menyerang warga sekitar.

Sebelumnya Salman disebutkan juga pernah melakukan penyerangan terhadap rumah Kepala Desa Pudahoa, Kabupeten Konsel, Sulawesi Tenggara karena tidak mendapat bantuan langsung tunai (BLT).

Sebelumnya diberitakan seorang pria dengan membawa payung merengsek masuk Mako Brimob Polda Sulawesi Tenggara, Sabtu (20/6/2020). Peristiwa itu sempat terekam ponsel milik salah satu anggota Brimob.

Dalam video berdurasi 1 menit 1 detik terlihat pria misterius yang diketahui bernama Salman mengenakan pakaian gamis abu-abu seraya membawa payung berusaha masuk ke Mako Brimob.

Sejumlah anggota Brimob Polda Sulawesi Tenggara dengan sangat hati-hati berusaha menghentikan langkah Salman yang merengsek masuk ke dalam Mako Brimob itu.

Petugas khawatir, Salman membawa bahan peledak yang bisa berakibat fatal dan memakan korban jiwa. Beberapa kali tembakan peringatan dilepas ke udara agar Salman berhenti.

Namun pria itu terus melangkah masuk sambil mengucapkan takbir. Ketika pelaku lalai dan terus melangkah maju salah seorang anggota Brimob secara mendadak langsung menangkap tangan pelaku dari belakang.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon