Dukung Tambahan Rp 10 T, Ketua MPR Minta Kemtan Tingkatkan Produksi Pangan

Rabu, 8 Juli 2020 | 20:52 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Bambang Soesatyo.
Bambang Soesatyo. (Antara/Aditya Pradana Putra)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (SMI) dan Badan Anggaran DPR didesak agar menyetujui permintaan penambahan pagu anggaran sebesar Rp 10 triliun yang diajukan oleh Kementerian Pertanian (Kemtan) demi memacu pemulihan ekonomi sektor pertanian di tengah pandemi Covid-19. Namun diharapkan Kemtan juga bisa menunjukkan kinerja dan inovasi meningkatkan produksi pangan nasional.

Ketua MPR Bambang Soesatyo menyatakan di tengah pandemi Covid-19, memang diperlukan anggaran tambahan dalam rangka pemulihan ekonomi sektor pertanian. Dan permintaan itu sudah diajukan sebesar Rp 10 triliun pada 2021.

"Kami mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan, dan juga DPR untuk mendukung tambahan anggaran yang diajukan oleh Kementerian Pertanian," kata Bamsoet, sapaan akrabnya, Rabu (8/7/2020).

Menurut Bamsoet dengan kenaikan anggaran, diharapkan agar seluruh keperluan di sektor pertanian dapat memadai, dan dapat mendukung program ketahanan pangan. Diharapkan juga dengan kenaikan itu, bisa jadi faktor pendorong meningkatkan produksi pertanian agar menghasilkan pangan yang berkualitas.

Bamsoet juga mengingatkan agar Kemtan melaksanakan program strategis yang diprioritaskan dalam peningkatan kapasitas produksi pangan. Baginya kemtan perlu lebih serius dalam diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan, dan sistem logistik pangan, maupun pengembangan pertanian modern.

Kemtan diharapkan mencapai target yakni mampu melakukan peningkatan produksi pangan utama sesuai yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021. Sebab pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 harus dipastikan terjadi, yang mana sektor pertanian menjadi tumpuan bagi masyarakat pedesaan.

"Kami juga meminta Kementerian Pertanian melakukan efisiensi anggaran namun dapat mencapai target nasional tepat sasaran," pungkasnya.

Seperti diketahui, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengusulkan tambahan anggaran 2021 sebesar Rp 10 triliun untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19 di pedesaan yang akan banyak bertumpu pada sektor pertanian, sekaligus untuk mengejar target produksi pangan utama yang telah ditetapkan pada dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP).

Yasin Limpo menilai pagu indikatif sebesar Rp 18,4 triliun yang dialokasikan kepada Kementerian Pertanian pada 2021 masih jauh dari memadai. Untuk menjalankan program-program yang sudah dirancang, Mentan mengusulkan beberapa program inisiatif baru berupa peningkatan kapasitas produksi pangan, diversifikasi pangan lokal, penguatan cadangan, dan sistem logistik pangan, serta pengembangan pertanian modern.

Untuk tahun 2021, target produksi komoditas utama antara lain padi sebesar 62,5 juta ton, jagung 25,37 juta ton, kedelai 0,51 juta ton, bawang merah 1,74 juta ton, cabai besar Rp 1,45 juta ton, cabai rawit 1,52 juta ton, bawang putih 622.000 ton, kelapa sawit 52,12 juta ton, kopi 834.750 ton, kakao 682.660 ton, kelapa 2,77 juta ton, tebu 34,31 juta ton, sapi potong 438.820 ton, dan ayam 4,34 juta ton.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon