Tambah 8 Pasien Sembuh, Angka Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 47%
Minggu, 26 Juli 2020 | 17:45 WIB
Jayapura, Beritasatu.com - Pasien Covid-19 di Papua yang dinyatakan sembuh betambah delapan orang hingga total sebanyak 319. Dengan ini maka angka kesembuhan pasien Covid-19 di Provinsi Papua selama 4 bulan sejak pertama kali pandemi ini muncul di Papua mencapai 47 persen.
Sementara itu terdapat tambahan kasus baru sebanyak 57 orang. Dengan ini maka total kasus covid-19 di Papua sampai saat ini mencapai 2.889.
Naiknya angka kesembuhan di Papua disambut gembira.
"Puji Tuhan hari ini ada tambahan 8 orang pasien yang dinyatakan sembuh, yang berasal dari kabupaten Jayapura 6 orang kota Jayapura 2 orang," ujar Jubir Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K), saat menyampaikan keterangan pers secara virtual dari Media Center Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Kota Jayapura, Sabtu (25/7/2020).
Sumule mengatakan pihaknya menyampaikan apresiasi untuk semua kerja keras dari petugas kesehatan di seluruh rumah sakit yang menangani Covid-19.
Ia menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya, untuk semua dukungan dan kerja keras yang sudah diberikan sejawat, perawat, para medik, penunjang medik, surveilance baik yang ada di rumah sakit, Puskesmas yang melakukan pemantauan di karantina terpusat maupun di rumah-rumah yang melakukan isolasi mandiri.
"Harapan besar juga kami sampaikan kepada seluruh masyarakat, untuk terus mendukung kerja-kerja cerdas yang sudah dilakukan petugas kesehatan, untuk memutus mata rantai Covid-19 di Papua," jelasnya.
Hentikan Rapid Test
Sementara itu Pemerintah kota Jayapura berencana menghentikan rapid test massal di kota Jayapura. "Saya sudah perintahkan kepada Ketua Tim Gugus Tugas Covid Kota Jayapura dan Dinas Kesehatan kota untuk setop lakukan rapid test di wilayah Kota Jayapura, estop lakukan rapid tes massal, masif di Kota Jayapura," ujar Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano.
Disampaikan, rapid test massal yang terus dilakukan selama ini berdampak bagi jumlah kasus yang terus meningkat.
"Karena kita aktif rapid, angka kasus Covid di Kota Jayapura terus naik, terus meningkat. Awalnya tujuan saya, kita cepat dapati yang positif, kita cepat tangani secara medis sehingga cepat juga sembuh. Kabupten lain tidak melakukan apa yang Kota Jayapura lakukan. Mereka di zona hijau, mereka puluhan tapi kita ribuan, karena kita terus tes massal," ucap BTM lagi.
Tak hanya itu, Wali Kota BTM juga berencana tak lagi menyewa Sahid Hotel sebagai tempat perawatan pasien Covid. "Satu bulan 1,3 Miliar itu baru bayar hotel," ucapnya.
Pernyataan tersebut dikeluarkan mengingat Pemerintah Kota Jayapura saat ini sudah kewalahan menghadapi pandemi Covid. "Dana kita terkuras habis, Kalau ada yang sakit ditangani 13 puskesmas, Isolasi mandiri. Ikuti perintah saya, ikuti perintah saya, kalau ada yang positif isolasi mandiri di rumah," tegas BTM.
Namun, pihaknya tetap akan melakukan tracing di tengah masyarakat. "Kalau tidak ada bantuan dari pemerintah provinsi yang kita ajukan 19 Miliar, tidak disetujui maka kita setop. Dana kita bukan saja untuk Covid tapi ada ekonomi, infrastruktur butuh dana juga," katanya lagi.
Ia pun mengingatkan seluruh masyarakat agar tetap mengikuti protokol kesehatan yang sudah diterapkan.
"Pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan. Ketua RW, paguyuban, MUI dan semua pihak bantu pemerintah, bantu sosialisasi ke warga untuk ikuti protokol kesehatan dengan ketat," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




