Picu Kontroversi, Otoritas Florida Akan Sebar 750 Juta Nyamuk Dengue
Jumat, 21 Agustus 2020 | 06:19 WIB
Beritasatu.com – Otoritas negara bagian Florida, Amerika Serikat, telah menyetujui rencana untuk menyebarkan 750 juta ekor nyamuk yang telah direkayasa secara genetik.
Tujuan proyek ini adalah mengurangi populasi nyamuk penyebab dengue atau virus Zika.
Selama bertahun-tahun, rencana pelepasan nyamuk tersebut memicu debat dan protes dari pemerhati lingkungan karena kekhawatiran akan menyebabkan akibat yang tidak diinginkan.
Salah satu dari kelompok penentang menyebut proyek ini sebagai "Eksperimen ala Jurassic Park".
Menurut para aktivis, ada kemungkinan terjadi kerusakan ekosistem atau lebih buruk lagi: justru muncul jenis nyamuk baru yang kebal insektisida.
Namun, perusahaan yang memprakarsai proyek ini berdalih nyamuk yang sudah direkayasa secara genetik tidak akan menimbulkan risiko berbahaya bagi manusia atau lingkungan.
Ratusan juta nyamuk itu akan dilepaskan pada 2021 di wilayah kepulauan Florida Keys, setelah berbulan-bulan proyek ini akhirnya disetujui.
Pada Mei, Lembaga Lingkungan AS (US Environmental Agency) pada perusahaan Amerika Oxitec yang bermarkas di Inggris untuk merekayasa genetika nyamuk jantan jenis Aedes aegypti, menjadi jenis baru yang disebut OX5034.
Nyamuk Aedes aegypti diketahui adalah biang keladi penyebar penyakit dengue, Zika, chikungunya dan "demam kuning".
Hanya nyamuk betika yang menggigit manusia karena mereka butuh darah untuk memproduksi telur. Jadi rencana yang disusun adalah melepaskan nyamuk jantan yang sudah dimodifikasi, dan kemudian diharapkan akan kawin dengan nyamuk betina.
Nyamuk jantan hasil modifikasi membawa protein yang akan membunuh jentik nyamuk betina yang dihasilak dari perkawinan sebelum mereka mencapai usia cukup dewasa untuk bisa menggigit manusia. Nyamuk jantan, yang hanya mengonsumsi nectar atau sari bunga, akan bertahan hidup dan melanjutkan gen mereka.
Pada akhirnya diharapkan populasi nyamuk Aedes aegypti di wilayah itu akan berkurang dan menekan risiko penyebaran penyakit ke manusia.
Selasa lalu, para pejabat di Florida Keys Mosquito Control District (Badan Pengendali Nyamuk Florida Keys) ikut memberikan persetujuan final bagi rencana pelepasan 750 juta nyamuk tersebut selama periode dua tahun.
Sekitar 240.000 orang sudah menandatangani petisi menentang rencana "menjadikan AS sebagai lahan uji coba serangga mutan" di Change.org.
Menurut situs Oxitec, uji lapangan sebelumnya di Brasil sudah membawa hasil positif. Perusahaan juga berencana melakukan hal yang sama di Texas mulai 2021 dan telah mendapat persetujuan pemerintah federal, walaupun belum disetujui oleh negara bagian.
Kelompok lingkungan Friends of the Earth mengatakan: "Pelepasan nyamuk yang telah direkayasa secara genetik akan menempatkan warga Florida, lingkungan dan spesies yang terancam punah dalam risiko yang tidak perlu, di tengah pandemik."
Namun, seorang ilmuwan Oxitec berdalih: "Kami telah melepas lebih dari 1 miliar nyamuk kami selama bertahun-tahun. Tidak ada potensi risiko bagi lingkungan atau manusia ".
Nyamuk Aedes aegypti menyebar di wilayah selatan Florida dan umumnya ditemukan di wilayah perkotaan di mana mereka hidup dalam genangan air. Di sejumlah area, seperti Florida Keys, mereka telah mampu mengembangkan kekebalan terhadap pestisida.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




