Cairan Mani Bisa Picu Ovulasi
Rabu, 22 Agustus 2012 | 04:53 WIB
Mengandung protein yang punya efek langsung terhadap perempuan
Cairan semen ternyata bukan hanya medium untuk membawa sperma tetapi juga memainkan peran penting untuk memantik ovulasi pada perempuan, demikian hasil sebuah penelitian di University of Saskatchewan, Kanada.
Para peneliti yang dipimpim oleh Gregg Adams itu menemukan bahwa protein dari cairan seksual itu bisa berfungsi sebagai hormon pemicu otak perempuan untuk melepaskan sel telur. Mereka menemukan protein itu pada sejumlah mamalia seperti llama, kelinci, hingga manusia.
"Dari hasil penelitian kami, diketahui bahwa kelenjar ini menghasilkan jumlah protein yang punya efek langsung terhadap perempuan," kata Adams.
Protein yang disebut ovulation -inducing factor (OIF) itu bekerja melalui hipotalamus otak perempua, yang berhubungan dengan sistem saraf di sistem kelenjar manusia.
"Gagasan bahwa ada zat dalam cairan semen mamalia yang punya efek langsung pada otak perempuan tergolong baru," ujar Adams lebih lanjut.
Dalam penelitian itu sendiri para ilmuwan menggunakan llama dan lembu sebagai bahan eksperimen. Menggunakan sejumlah teknik para ahli menemukan bahwa OIF terdapat dalam contoh cairan semen kedua binatang itu.
Ketika protein itu diinjeksikan ke tubuh llama dan lembu betina, maka dua binantang itu akan mulai berovulasi.
Penelitian itu sendiri dipublikasikan di edisi terbaru jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.
Cairan semen ternyata bukan hanya medium untuk membawa sperma tetapi juga memainkan peran penting untuk memantik ovulasi pada perempuan, demikian hasil sebuah penelitian di University of Saskatchewan, Kanada.
Para peneliti yang dipimpim oleh Gregg Adams itu menemukan bahwa protein dari cairan seksual itu bisa berfungsi sebagai hormon pemicu otak perempuan untuk melepaskan sel telur. Mereka menemukan protein itu pada sejumlah mamalia seperti llama, kelinci, hingga manusia.
"Dari hasil penelitian kami, diketahui bahwa kelenjar ini menghasilkan jumlah protein yang punya efek langsung terhadap perempuan," kata Adams.
Protein yang disebut ovulation -inducing factor (OIF) itu bekerja melalui hipotalamus otak perempua, yang berhubungan dengan sistem saraf di sistem kelenjar manusia.
"Gagasan bahwa ada zat dalam cairan semen mamalia yang punya efek langsung pada otak perempuan tergolong baru," ujar Adams lebih lanjut.
Dalam penelitian itu sendiri para ilmuwan menggunakan llama dan lembu sebagai bahan eksperimen. Menggunakan sejumlah teknik para ahli menemukan bahwa OIF terdapat dalam contoh cairan semen kedua binatang itu.
Ketika protein itu diinjeksikan ke tubuh llama dan lembu betina, maka dua binantang itu akan mulai berovulasi.
Penelitian itu sendiri dipublikasikan di edisi terbaru jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




