Baleg Kunjungi Turki, Denmark untuk Tentukan Logo Palang Merah
Rabu, 5 September 2012 | 11:18 WIB
Logo seharusnya lebih orisinil jika dicari tahu kepada rakyat sendiri
Badan Legislasi (Baleg) bertolak ke Turki dan Denmark, dalam rangka penentuan logo Palang Merah.
Menurut data dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), alokasi anggaran ke Denmark sebesar Rp 666 juta. Sementara alokasi ke Turki Rp 636 juta.
"Alasan Baleg berangkat ke dua negara, Turki dan Denmark sudah tidak bisa dicerna akal sehat, masak mau menentukan lambang palang merah saja, harus berkunjung ke dua negara," kata Kordinator Advokasi dan Investigasi FITRA, Uchok Sky Khadafi melalui rilis, Rabu (5/9).
Menurut FITRA, soal logo seharusnya lebih orisinil jika dicari tahu kepada rakyat sendiri. Disamping itu bisa menghemat biaya.
"Biar lebih irit dan hemat anggarannya, lebih layak bertanya kepada rakyat sendiri daripada berangkat ke luar negeri," kata Uchok lagi.
Anggaran ke Denmark Rp 666.270.000 untuk 10 anggota DPR, tanpa ada staf.
Setiap anggota Dewan akan menghabiskan anggaran sebesar US$6917 atau Rp 62.253.000 untuk ongkos pesawat kelas eksekutif.
Sementara satuan biaya harian akan menghabiskan anggaran sebesar US$ 472 atau sebesar Rp 4.248.000 perhari.
Alokasi anggaran untuk ke Turki sebesar Rp 636.690.000 untuk 10 anggota DPR, tanpa ada staf.
Setiap satu angggota dewan akan menghabiskan anggaran sebesar US$ 6.641 atau sebesar Rp 59.769.00 untuk kelas eksekutif.
Sementara untuk satuan biaya harian akan menghabiskan anggaran sebesar US$ 365 atau sebesar Rp 3.285.000 perhari.
Ketua Baleg, Ignatius Mulyono hingga saat ini belum berhasil dihubungi untuk mengkonfirmasi angka tersebut.
Beritasatu.com sudah mencoba menghubungi beberapa kali melalui sambungan telepon.
Badan Legislasi (Baleg) bertolak ke Turki dan Denmark, dalam rangka penentuan logo Palang Merah.
Menurut data dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), alokasi anggaran ke Denmark sebesar Rp 666 juta. Sementara alokasi ke Turki Rp 636 juta.
"Alasan Baleg berangkat ke dua negara, Turki dan Denmark sudah tidak bisa dicerna akal sehat, masak mau menentukan lambang palang merah saja, harus berkunjung ke dua negara," kata Kordinator Advokasi dan Investigasi FITRA, Uchok Sky Khadafi melalui rilis, Rabu (5/9).
Menurut FITRA, soal logo seharusnya lebih orisinil jika dicari tahu kepada rakyat sendiri. Disamping itu bisa menghemat biaya.
"Biar lebih irit dan hemat anggarannya, lebih layak bertanya kepada rakyat sendiri daripada berangkat ke luar negeri," kata Uchok lagi.
Anggaran ke Denmark Rp 666.270.000 untuk 10 anggota DPR, tanpa ada staf.
Setiap anggota Dewan akan menghabiskan anggaran sebesar US$6917 atau Rp 62.253.000 untuk ongkos pesawat kelas eksekutif.
Sementara satuan biaya harian akan menghabiskan anggaran sebesar US$ 472 atau sebesar Rp 4.248.000 perhari.
Alokasi anggaran untuk ke Turki sebesar Rp 636.690.000 untuk 10 anggota DPR, tanpa ada staf.
Setiap satu angggota dewan akan menghabiskan anggaran sebesar US$ 6.641 atau sebesar Rp 59.769.00 untuk kelas eksekutif.
Sementara untuk satuan biaya harian akan menghabiskan anggaran sebesar US$ 365 atau sebesar Rp 3.285.000 perhari.
Ketua Baleg, Ignatius Mulyono hingga saat ini belum berhasil dihubungi untuk mengkonfirmasi angka tersebut.
Beritasatu.com sudah mencoba menghubungi beberapa kali melalui sambungan telepon.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




