Kunjungan Baleg DPR ke Turki dan Denmark Disetujui
Rabu, 5 September 2012 | 13:14 WIB
Kunjungan itu terkait studi soal penggantian lambang palang merah Indonesia.
Kunjungan Badan Legislasi (Baleg) ke Turki dan Denmark mendapat persetujuan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kunjungan itu diklaim tidak hanya terkait soal studi penggantian lambang palang merah, tetapi juga terkait RUU yang sedang digodok.
"Rapat pimpinan sudah memutuskan bahwa diperbolehkan melakukan kunjungan ke luar negeri bila membahas sebuah RUU," kata Wakil Ketua DPR Bidang Kesejahteraan Sosial, Taufik Kurniawan, ketika dihubungi wartawan, hari ini.
Taufik menambahkan, penentuan lambang palang merah yang akan digunakan di Indonesia merupakan terobosan baru sebab lambang tersebut diciptakan pada masa Perang Dunia II.
"Tapi kan sekarang tidak lagi ada perang. Kajian untuk membuat lambang baru merupakan inovasi dan penentuan lambang itu tak semata-mata menentukan lambang saja," ungkap politikus PAN itu.
Terkaitkonsekuensi penggantian lambanng tersebut, kata Taufik, akan dikaji lebih lanjut. Ditambahkannya, Baleg pasti mempertimbangkan hal-hal tersebut. "Soal lambang perlu dikaji ulang semua termasuk konsekuensi bila menggunakan lambang baru selain red cross," tandas dia.
Berbeda dengan Taufik, Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengaku tak tahu soal kunjungan ke dua negara itu. "Saya enggak tahu," tegas politikus PDIP itu.
Kunjungan Badan Legislasi (Baleg) ke Turki dan Denmark mendapat persetujuan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kunjungan itu diklaim tidak hanya terkait soal studi penggantian lambang palang merah, tetapi juga terkait RUU yang sedang digodok.
"Rapat pimpinan sudah memutuskan bahwa diperbolehkan melakukan kunjungan ke luar negeri bila membahas sebuah RUU," kata Wakil Ketua DPR Bidang Kesejahteraan Sosial, Taufik Kurniawan, ketika dihubungi wartawan, hari ini.
Taufik menambahkan, penentuan lambang palang merah yang akan digunakan di Indonesia merupakan terobosan baru sebab lambang tersebut diciptakan pada masa Perang Dunia II.
"Tapi kan sekarang tidak lagi ada perang. Kajian untuk membuat lambang baru merupakan inovasi dan penentuan lambang itu tak semata-mata menentukan lambang saja," ungkap politikus PAN itu.
Terkaitkonsekuensi penggantian lambanng tersebut, kata Taufik, akan dikaji lebih lanjut. Ditambahkannya, Baleg pasti mempertimbangkan hal-hal tersebut. "Soal lambang perlu dikaji ulang semua termasuk konsekuensi bila menggunakan lambang baru selain red cross," tandas dia.
Berbeda dengan Taufik, Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengaku tak tahu soal kunjungan ke dua negara itu. "Saya enggak tahu," tegas politikus PDIP itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




