Pesan Natal 2020
Presiden: Hadapi Masa Sulit, Umat Kristiani Jangan Kehilangan Pengharapan
Minggu, 27 Desember 2020 | 20:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan Natal secara virtual dalam Perayaan Hari Natal Nasional 2020. Dalam pesannya, Jokowi mengajak seluruh umat Kristiani tidak kehilangan pengharapan dalam menghadapi masa sulit di tengah-tengah pandemi Covid-19.
"Karena itu, saya mengajak seluruh umat Kristiani untuk tidak kehilangan harapan. Penyertaan Tuhan yang maha pengasih memampukan seluruh umat untuk melampaui segala kecemasan dan kekhawatiran. bertransformasi untuk menghadapi masa-masa yang sulit," kata Jokowi saat menyampaikan pesan Natal, Minggu (27/12/2020) malam.
Jokowi mengungkapkan, Natal tahun ini diperingati dalam suasana yang berbeda, karena umat Kristiani tidak dapat merayakan Natal dengan meriah seperti tahun-tahun sebelumnya, karena adanya pandemi covid 19.
"Kita semua harus membatasi kegiatan dan beradaptasi dengan kebiasaan baru, kehilangan kesempatan untuk bertemu keluarga dan sahabat dan tidak dapat beribadah sebagaimana mestinya. Belajar dari rumah sehingga tidak bertemu dengan guru dan teman di sekolah. Bekerja dari rumah dan mengurangi interaksi," terang Jokowi.
Kepala Negara mengatakan sebagai umat beriman, beban yang berat ini tidak boleh membuat umat Kristiani cepat putus asa. Sebab, di dalam setiap perayaan Natal, pasti akan menemukan cahaya lilin-lilin kecil yang dinyalakan di setiap rumah umat Kristiani di seluruh Tanah Air. Cahaya lilin itu mengingatkan tentang kehadiran Tuhan.
"Tuhan yang selalu bersama kita, hadir di antara kita dan bekerja untuk pemulihan diri umatnya," ujar Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi mengingatkan umat Kristiani tidak boleh berdiam diri, melainkan harus berusaha, baik lahir maupun batin menjalankan protokol kesehatan dengan sepenuh hati dengan penuh kedisiplinan, menjaga diri, keluarga dan para sahabat sehingga terhindar dari virus corona.
Menurutnya, perayaan Natal juga harus menjadi puncak bagi tumbuhnya kesadaran baru dan sebuah momentum untuk introspeksi dan selalu ingat cahaya Sang Terang, bahwa manusia haruslah saling mencintai, saling menjaga dan saling mengasihi sesamanya.
Natal juga harus menjadi momentum untuk mewujudkan kasih Tuhan untuk sesama yang menderita, saling tolong-menolong, saling peduli dan saling berbagi beban, dengan senantiasa menghadirkan kebaikan bagi bangsa dan negara.
"Untuk itu saya berharap, umat Kristiani di mana pun berada untuk terus menyalakan lilin-lilin dalam hati. Lilin-lilin kebaikan memberi cahaya dan kegelapan, membawa semangat baru bahwa kita bisa pulih dan bangkit kembali. Selamat hari Natal dan tahun baru, semoga cahaya Sang Terang selalu menuntun setiap langkah kita. Terima kasih. Semoga Tuhan memberkati kita semuanya," ujar Presiden.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




