Anggota DPR Klaim Kalah Kuasa Sama LSM, Media di Senayan
Rabu, 3 Oktober 2012 | 14:18 WIB
LSM dan wartawan paling berkuasa, sedangkan anggota DPR di tempat ketiga.
Anggota DPR RI agaknya merasa minder dengan keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan kalangan wartawan yang berada di gedung DPR. Mereka beranggapan LSM dan wartawan adalah pihak yang paling berkuasa di gedung parlemen, sedangkan anggota dewan sendiri berada di urutan ketiga.
Pandangan ini setidaknya diakui anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR dari Fraksi Partai Demokrat (F-PD) Eddy Sadeli dan anggota Fraksi Partai Golkar (F-PG) Edison Betaubun.
"Saya rasa benar yang dikatakan Pak Edison Betaubun, yang berkuasa di gedung DPR adalah LSM dan pers. Yang ketiga baru DPR," kata Eddy dalam rapat Baleg yang membahas soal draf Revisi Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (3/10).
Namun, Eddy sendiri yang pertama kali mengungkapkan hal itu tidak mau menjelaskan lebih lanjut soal alasannya menuding LSM dan media tersebut. "KPK juga membiayai 14 LSM," tandas politikus Golkar itu.
Dalam forum yang sama, Ketua Panja Revisi UU KPK yang memimpin rapat, Dimyati Natakusumah tidak sependapat dengan Eddy dan Edison. "LSM dan pers sangat penting. Jangan dipinggirkan. Tanpa mereka, kita tidak mendapatkan informasi," tandas politikus PPP itu.
Anggota DPR RI agaknya merasa minder dengan keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan kalangan wartawan yang berada di gedung DPR. Mereka beranggapan LSM dan wartawan adalah pihak yang paling berkuasa di gedung parlemen, sedangkan anggota dewan sendiri berada di urutan ketiga.
Pandangan ini setidaknya diakui anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR dari Fraksi Partai Demokrat (F-PD) Eddy Sadeli dan anggota Fraksi Partai Golkar (F-PG) Edison Betaubun.
"Saya rasa benar yang dikatakan Pak Edison Betaubun, yang berkuasa di gedung DPR adalah LSM dan pers. Yang ketiga baru DPR," kata Eddy dalam rapat Baleg yang membahas soal draf Revisi Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (3/10).
Namun, Eddy sendiri yang pertama kali mengungkapkan hal itu tidak mau menjelaskan lebih lanjut soal alasannya menuding LSM dan media tersebut. "KPK juga membiayai 14 LSM," tandas politikus Golkar itu.
Dalam forum yang sama, Ketua Panja Revisi UU KPK yang memimpin rapat, Dimyati Natakusumah tidak sependapat dengan Eddy dan Edison. "LSM dan pers sangat penting. Jangan dipinggirkan. Tanpa mereka, kita tidak mendapatkan informasi," tandas politikus PPP itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




