Brimob dan TNI Belum Ditarik dari Pulau Adonara

Selasa, 16 Oktober 2012 | 10:47 WIB
AC
B
Penulis: Antara/ Wisnu Cipto | Editor: B1
Ilustrasi Pasukan Brimob FOTO : EPA//HOTLI SIMANJUNTAK
Ilustrasi Pasukan Brimob FOTO : EPA//HOTLI SIMANJUNTAK
2 kompi Brimob dan 2 SSP TNI ditempatkan sejak meletuskan perang tanding antarwarga dua desa di Pulau Adonara, Flores Timur, NTT.

Aparat keamanan baik Brimob maupun anggota TNI yang ditugaskan untuk mengamankan perseteruan antarwarga Desa Lewonara dan Lewobunga di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, sejak Senin (1/10) hingga saat ini belum ditarik.

"Aparat keamanan belum ditarik. Mereka masih diperlukan untuk menjada keamanan di wilayah itu sampai keadaan benar-benar pulih," kata Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur AKBP Febrin Ida Pello di Kupang, hari ini.

Menurut Febrin, saat ini ada dua Kompi Brimob yang ditugaskan ke Adonara. Brimob ini dibantu dengan dua satuan setingkat pleton (SSP) TNI. Anggota Brimob yang berada di Adonara ini dipimpin langsung Kasat Brimobda.

Sejak meletusnya perang tanding antarwarga dua desa pada 1 Oktober dinihari, sejumlah rumah penduduk serta pondokan milik warga Desa Lewobunga dibakar massa dari Desa Lewonara.

Satu orang warga Desa Lewonara dilaporkan tewas dalam pertikaian tersebut. Korban terkena peluru aparat Brigade Mobil (Brimob) yang bertugas menjaga keamanan di lokasi sengketa tersebut.

Hingga saat ini, aparat keamanan baik TNI maupun Brimob masih berjaga-jaga di perbatasan Desa Lewobunga dan Lewonara, dua desa yang sedang bertikai.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon