PPI Jerman Dituduh Telah Menjelekkan Citra DPR
Selasa, 27 November 2012 | 19:17 WIB
"Kami bahkan tidak disapa."
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR, Ali Wongso dari Fraksi Golkar, menyayangkan sikap Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jerman yang merekam diam-diam pertemuan Baleg dengan pihak Deutsches Institut fur Normung (DIN), namun tak mengunggahnya secara lengkap ke Youtube.
Sikap PPI Jerman itu, kata dia, telah mendiskreditkan lembaga parlemen negara sendiri.
"Belum ada komunikasi (dengan PPI). Akibatnya mendiskreditkan DPR, bisa kita lihat seolah-seolah DPR bikin kegiatan asal-asalan," kata Ali di Gedung Parlemen, Senayan, Selasa (27/11).
Setibanya di gedung DIN saat itu, kata Ali, memang ada orang yang mengambil gambar mereka sejak turun dari bis. Diketahui ada tiga mahasiswa Indonesia yang turut di sana.
Namun selama pertemuan, Ali mengatakan mereka tak tahu jika ternyata itu adalah mahasiswa dari PPI yang merekam diam-diam dan mengunggah sebagian rekamannya ke Youtube.
Padahal, kata dia, kunjungan kerja (kunker) ke Jerman itu dilakukan dewan tidak hanya ke DIN, tapi ke beberapa pihak yang dianggap bisa memberikan masukan atas RUU Keinsinyuran.
"Kami turun dari bis, dan kami lihat dari kejauhan handycam. Kami tidak tahu siapa. Belakangan kelihatannya dari PPI. Kami (bahkan) tidak disapa," kata dia lagi.
Selayaknya, kata Ali pula, pihak PPI yang berada di DIN paling tidak mengenalkan diri.
Menurutnya, Baleg DPR ke Jerman karena ingin mendapat masukan, namun tak serta-merta pula mengadopsi tiap hal yang didapatkan dari negara tersebut.
Lebih jauh, Ali mengatakan dia sempat meminta agar bertemu dengan perwakilan PPI. Namun hal tersebut tidak terlaksana.
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR, Ali Wongso dari Fraksi Golkar, menyayangkan sikap Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jerman yang merekam diam-diam pertemuan Baleg dengan pihak Deutsches Institut fur Normung (DIN), namun tak mengunggahnya secara lengkap ke Youtube.
Sikap PPI Jerman itu, kata dia, telah mendiskreditkan lembaga parlemen negara sendiri.
"Belum ada komunikasi (dengan PPI). Akibatnya mendiskreditkan DPR, bisa kita lihat seolah-seolah DPR bikin kegiatan asal-asalan," kata Ali di Gedung Parlemen, Senayan, Selasa (27/11).
Setibanya di gedung DIN saat itu, kata Ali, memang ada orang yang mengambil gambar mereka sejak turun dari bis. Diketahui ada tiga mahasiswa Indonesia yang turut di sana.
Namun selama pertemuan, Ali mengatakan mereka tak tahu jika ternyata itu adalah mahasiswa dari PPI yang merekam diam-diam dan mengunggah sebagian rekamannya ke Youtube.
Padahal, kata dia, kunjungan kerja (kunker) ke Jerman itu dilakukan dewan tidak hanya ke DIN, tapi ke beberapa pihak yang dianggap bisa memberikan masukan atas RUU Keinsinyuran.
"Kami turun dari bis, dan kami lihat dari kejauhan handycam. Kami tidak tahu siapa. Belakangan kelihatannya dari PPI. Kami (bahkan) tidak disapa," kata dia lagi.
Selayaknya, kata Ali pula, pihak PPI yang berada di DIN paling tidak mengenalkan diri.
Menurutnya, Baleg DPR ke Jerman karena ingin mendapat masukan, namun tak serta-merta pula mengadopsi tiap hal yang didapatkan dari negara tersebut.
Lebih jauh, Ali mengatakan dia sempat meminta agar bertemu dengan perwakilan PPI. Namun hal tersebut tidak terlaksana.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




