Pengamat Cermati Fenomena KSP Moeldoko

Minggu, 6 Februari 2022 | 20:37 WIB
YD
YD
Penulis: Yudo Dahono | Editor: YUD
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. (Handout)

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat Politik Saiful Huda Ems memiliki penilaian tersendiri terhadap Moeldoko, mantan Panglima TNI yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Seperti diketahui Moeldoko berada dalam deretan 10 besar elektabilitas calon Presiden Republik Indonesia pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Saiful bahkan menilai jenderal purnawirawan asal Kediri, Jawa Timur tersebut bagai bintang terang yang muncul di kegelapan malam.

Seperti diketahui, Berdasarkan hasil survey lembaga riset Political Weather Station (PWS), tingkat elektabilitas capres jika Pilpres dilakukan hari ini, dalam versi PWS Prabowo Subianto 22,9%, Anies Baswedan 19,9%, Ganjar Pranowo 19,8%. Sandiaga Uno 8,7%, Ridwan Kamil 7,5%, Basuki Tjahaja Purnama 4,1%, Erick Thohir 2,7%, Agus Harimurti Yudhoyono 2,5%, Moeldoko 2,4%, Gatot Nurmantyo 1,5%, Mahfud MD 1,2%, Airlangga Hartarto 0,9%, Muhaimin Iskandar 0,7%, La Nyalla Mattalitti 0,6%, Puan Maharani 0,3%, serta Undecided Voters4,3%.

"Tingkat popularitasnya Moeldoko sebanding dengan elektabilitasnya, suatu hal yang nyaris tak bisa disamai oleh tokoh-tokoh politisi populer lainnya, yang popularitasnya tinggi namun tak sebanding dengan elektabilitasnya. Bahkan Prabowo yang pernah mencalonkan Presiden dan wakil Presiden berkali-kalipun elektabilitasnya terlihat selalu stagnan, bahkan malahan berkurang dari sisi prosentasenya, pun demikian halnya dengan Anies Baswedan," ujar Huda melalui keterangan, Minggu (6/2/2022).

Menurut Huda, ini terjadi pada Moeldoko karena dianggap oleh banyak kalangan sebagai politisi dan Jenderal Santri yang sangat ramah, dekat dengan semua kalangan, serta sangat memahami karakter bangsa Indonesia yang religius dalam kebhinekaannya.

"Moeldoko memiliki pertemanan luas dengan berbagai tokoh dan dengan berbagai profesi, suku, ras dan agamanya," tambahanya.

Huda menilai Moeldoko bukan hanya dekat dengan kalangan politisi dan pengusaha serta para pemuka agama, melainkan juga dekat dengan para petani, aktivis pergerakan lintas organisasi, serta sangat dihormati dan disegani oleh kalangan purnawirawan TNI dan Polri.

"Itulah mengapa Moeldoko bukan hanya sering didaulat menjadi Ketua atau penasehat organisasi-organisasi yang berlatar belakang pebisnis, serta purnawirawan militer, melainkan pula organisasi-organisasi relawan politik dan sosial serta keagamaan," tegas Huda.

Huda juga mengaprasiasi , di tengah-tengah kesibukannya memimpin Kantor Staf Presiden, Moeldoko telah mengerahkan relawan-relawan pendukungnya untuk melakukan aksi-aksi bakti sosial, mulai dari mendatangi dan memberikan bantuan pada masyarakat yang terdampak Covid-19 di saat badai Covid-19 sedang berada di puncaknya menyerang warga bangsa ini, sampai bagi-bagi beras untuk para lansia dan orang-orang cacat atau penyandang disabilitas.

"Kini semakin dikenal bukan hanya sebagai simbol dari bapak aktivis dan pengusaha serta purnawirawan TNI, melainkan juga sebagai simbol dari bapak para petani dengan dijadikannya Moeldoko sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Keuletan Dr Moeldoko yang mensuper visi banyak organisasi itulah, yang menjadikannya kemudian bukan hanya populer melainkan juga sangat didukung oleh banyak pihak untuk menjadi Capres 2024," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon