Wakil Gubernur Papua Harus Segera Ditetapkan
Kamis, 10 Februari 2022 | 22:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Politikus Partai Gerindra Arief Poyuono mendorong pimpinan partai politik pengusung pasangan Lukas Enembe dan almarhum Klemen Tinal segera menetapkan Wakil Gubernur (Wagub) Papua. Arief mendorong pimpinan partai pengusung Lukas-Klemen menyetujui usulan Lukas yang disebutkan sudah memilih dua calon Wagub Papua, yakni Wakil Ketua DPR Papua Yunus Wonda dan Sekretaris KONI Papua Kenius Kogoya.
Menurut Arief, Wagub Papua harus segera ditetapkan untuk membantu Lukas menjalankan roda pemerintahan. Untuk itu, Wagub Papua sepatutnya merupakan sosok yang memang bisa bekerja sama dengan Lukas Enembe selaku Gubernur Papua.
"Ini kok terkesan justru parpol-parpol pengusung seakan-akan melakukan pembiaran kekosongan posisi Wagub Papua. Padahal infonya Lukas Enembe sudah menyerahkan dua nama kandidat Wagub Papua yang dipilihnya itu kepada parpol koalisi pengusung saat pilkada Papua 2018 lalu," ujar kata Arief kepada wartawan, Kamis (10/2/22).
Arief menilai, pembiaran kekosongan Wagub Papua merupakan bentuk dari tidak adanya tanggung jawab dan kepedulian pimpinan parpol terhadap kondisi pemerintahan di Papua. Apalagi, kata Arief, kalau pembiaran tersebut diduga hanya karena parpol pendukung memaksakan mantan Kapolda Papua Paulus Waterpao untuk menjadi Wagub Papua.
"Ini juga bukti kalau suara masyarakat Papua pemilih parpol pengusung pada Pemilu 2014 tidak dipedulikan sama sekali oleh parpol pengusung tersebut. Sebab bagaimanapun Paulus Waterpao itu bukan kader partai dan tidak berkeringat untuk memenangkan pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal pada Pilkada 2018," ungkap Arief.
Untuk itu, kata Arief, jika memang parpol parpol tersebut punya kepedulian terhadap masyarakat Papua, sebaiknya dua nama yang diusulkan oleh Gubernur Lukas Enembe seegera disetujui oleh pimpinan parpol pengusung.
"Toh dua tokoh yang diusulkan untuk posisi Wagub Papua itu juga asli kader partai politik yang mengusung pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal pada Pilkada 2018," sebut Arief.
Arief khawatir, jika sampai habis waktunya posisi Wagub Papua tidak juga terisi atau malah diisi oleh Paulus waterpao, hal ini bisa memicu ketegangan politik lokal di Papua.
"Dan ini sangat berbahaya. Apalagi Papua itu daerah yang sedang ada konflik bersenjata," tandas dia.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan, kursi Wakil Gubernur Papua harus segera diisi, jangan sampai dibiarkan kosong. Hal itu sesuai dengan peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
"Jangan biarkan kursi Wagub Papua kosong. Karena bagaimanapun, Gubernur butuh wakilnya untuk menjalankan tugas yang sangat berat di Papua," kata Ujang saat dihubungi, Senin (31/1/2022).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




