PPATK Ingatkan Kemenag Lakukan Transparansi

Senin, 14 Januari 2013 | 20:14 WIB
EY
B
Penulis: Ezra Sihite/ YUD | Editor: B1
Jamaah haji melaksanakan salat di Masjid Nabawi. padang Arafah, Mekah. FOTO: AFP PHOTO/FAYEZ NURELDINE
Jamaah haji melaksanakan salat di Masjid Nabawi. padang Arafah, Mekah. FOTO: AFP PHOTO/FAYEZ NURELDINE
Hal tersebut terkait adanya dugaan penyimpangan penggunaan dana haji yang mencapai Rp77 triliun.
 
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf mengatakan pihaknya tidak bermaksud menyerang pihak manapun dengan mempublikasi adanya dugaan penyimpangan dalam penggunaan dana haji sekitar Rp 77 triliun. Hal tersebut menurut dia dijejaki PPATK karena penggunaan dana yang dikelola Kementerian Agama itu tidak transparan.
 
"Kami kumpulkan akumulasinya sekitar Rp77 triliun mewakili 3,7 juta jamaah, haji plusnya masih ada dan total sekitar Rp80 triliun dan uang itu memang dipakai tapi kami masih menemukan penyimpangan karena tidak transparan," kata Yusuf di gedung Parlemen, Senayan, Senin (14/1).
 
Dana tersebut kata merupakan hasil pengecekan mulai tahun 2004 hingga tahun 2011.
 
"Saya sudah kirim ke penegak hukum, saya tidak tahu ada yg keberatan tidak terbersit kepada saya untuk serang orang per orang," jelas Yusuf.

Sebelumnya di kantor PPATK lembaga tersebut mempublikasikan adanya dugaan penyimpangan dana penyelenggaraan haji. Tanggapan hari ini disampaikan Yusuf menyusul adanya pernyataan soal dana tersebut dari anggota Baleg.
 
"Seharusnya dikedepankan transparansi," tutupnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon