Priyo sayangkan Pilkada Puncak berdarah
Senin, 1 Agustus 2011 | 17:20 WIB"Jangan hanya karena elit politik yang bertikai dalam menghadapai Pilkada, sampai mengorbankan rakyat," kata Priyo
Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, meminta agar Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi serta Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar segera menindaklanjuti kerusuhan akibat pilkada di kabupaten Puncak, Papua yang terjadi kemarin.
"Saya sedih sekali ketika ada korban belasan, saya minta semua pihak agar menahan diri. Jangan hanya karena persoalan pilkada rakyat dimobilisir," kata Priyo hari ini di gedung DPR.
Dia menekankan pertikaian politik terlalu mahal jika dibayar dengan nyawa rakyat.
Semua calon bupati, walikota maupun gubernur siapa saja, diminta Priyo, tidak membenturkan rakyat kita untuk kekuasaan lima tahun," kata Priyo.
Kemarin, kerusuhan terjadi di Ilaga, kabupaten Puncak, Provinsi Papua, karena masalah pilkada akibat ketidaksesuaian pemahaman antara salah satu calon dengan anggota KPUD setempat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes Pol Wachyono, mengatakan bahwa bentrok antarwarga bermula di depan kantor DPRD Kabupaten Puncak diwarnai aksi pembakaran rumah milik warga, sebuah rumah adat, serta sebuah mobil inventaris DPRD Kabupaten Puncak Jaya.
Bentrok antarwarga itu menyebabkan 17 orang tewas dan sejumlah orang lainnya luka-luka.
Bentrok antara dua kelompok masyarakat ini dilatarbelakangi persoalan dukungan terhadap calon kepala daerah pada proses Pilkada Kabupaten Puncak, yakni kabupaten pemekaran dari Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




