Viral, Video Pembantaian Mengerikan oleh TPNPB di Papua Barat
Sabtu, 1 Oktober 2022 | 10:51 WIB
Manokwari, Beritasatu.com - Beredar video pembantaian mengerikan yang diduga dilakukan gerombolan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB saat menyerang 14 orang di Kampung Majnik Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Kamis (29/9/2022) malam.
Aksi brutal TPNPB tersebut menewaskan empat orang. Dua di antara korban hangus diduga karena dibakar bersama truk. Seorang perempuan masih belum ditemukan.
Kapolres Bintuni, AKBP Junov Siregar kepada wartawan, Jumat (30/9/2022) malam, membenarkan bahwa video tersebut merupakan kejadian penyerangan rombongan pekerja proyek jalan.
Dalam salah satu video memperlihatkan adegan seorang tak dikenal membacok berkali-kali seorang korban yang sudah tidak bergerak. korban mengenakan celana jins biru muda dan kaus biru tua.
Selain pada bagian badan, pelaku juga membacok bagian leher belakang korban yang dalam keadaan tertelungkup.
Pengambil gambar tampaknya menggunakan kamera handphone. Adegan kemudian beralih dari semak belukar ke jalan di mana kendaraan proyek berada.
Terlihat pelaku yang bertelanjang dada membacok beberapa kali seorang korban yang bersembunyi di kolong truk. Di antara teriakan-teriakan suara para penyerang, terdengar suara mesin truk masih menyala.
Terlihat beberapa anggota gerombolan tersebut membawa senjata laras panjang. Mereka berteriak-teriak seolah perang antarsuku. Juga terdengar sesekali suara tembakan.
Kamera kemudian beralih ke satu korban lainnya yang terlihat masih hidup. Korban yang meringkuk di samping eskavator itu tampak meminta belas kasihan. Tangannya terlihat menggapai-gapai kepada pelaku seolah meminta agar tidak dianiaya. Namun pelaku tetap membacok korban.
Dari suara gerombolan tersebut, tampak bahwa mereka sengaja merekam dan bahkan ingin menunjukkan eksistensi melalui aksi di luar peri kemanusiaan tersebut. Di antara mereka ada komando meminta agar aksi pembantaian itu difoto dan divideo. Pada potongan video lainnya mereka bersama-sama membentangkan bendera Bintang Kejora.
AKBP Junov Siregar membenarkan, empat pekerja proyek dibacok menggunakan parang hingga tewas. Dua korban di antaranya dibakar bersama alat berat dan truk pengangkut BBM.
Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw dan Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor mengutuk penyerangan Kamis (29/9/2022) malam yang menewaskan 4 korban.
Kedua pejabat daerah itu meminta tindakan brutal oleh TPNPB terhadap 14 orang pekerjaan proyek hingga menghilangkan nyawa empat orang itu diusut tuntas.
"Saya merasa terpukul melihat kejadian orang tidak bersalah dibunuh secara keji. Padahal mereka datang bekerja untuk membantu masyarakat membuka akses jalan di wilayah itu untuk kepentingan masyarakat," kata Orgenes Wonggor kepada wartawan di Manokwari, Jumat (30/9/2022) malam.
Tindakan gerombolan TPNPB tersebut merupakan tindakan yang tidak berperi kemanusian, dan tidak dibenarkan dalam agama apa pun.
"Mereka ini harus ditangkap diproses ketentuan hukum berlaku," kata Paulus Waterpauw terkait video yang menayangkan aksi brutal gerombolan TPNPB Komando Daerah Pertahan IV Sorong Raya-Maybrat Papua Barat.
Insiden ini awalnya diberitakan hanya melukai seorang pekerja. Belakangan beredar video yang memperlihatkan korban tewas dalam insiden di ruas jalan trans Kabupaten Bintuni-Kabupaten Maybrat, Papua Barat itu.
Penyerangan terhadap 14 pekerja proyek jalan di Kampung Majnik Distrik Moskona Utara, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Kamis (29/9/2022) malam, ternyata menewaskan 4 korban. Dua di antaranya hangus terbakar dan seorang perempuan masih dalam pencarian.
Ke empat korban tewas dan seorang korban tembak sudah dievakuasi ke RSUD Teluk Bintuni. KOrban selamat lainnya juga sudah dievakuasi dari lokasi sedangkan seorang perempuan belum ditemukan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan







