Polisi Sebut Rombongan Mobil Mewah Penyerobot Antrean di Bakauheni Bukan Pejabat
Selasa, 25 April 2023 | 21:47 WIB
Lampung Selatan, Beritasatu com - Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin menyebut rombongan mobil mewah yang menyerobot antrean di Pelabuhan Bakauheni bukan rombongan pejabat. Diketahui, penyerobotan yang terjadi pada Senin (24/4/2023) petang itu membuat sejumlah pemudik mengamuk di area tunggu masuk kapal Pelabuhan Bakauheni.
Edwin mengungkapkan jika terdapat kesalahanpahaman terkait penyerobotan antrean kendaraan masuk kapal yang dilakukan sejumlah mobil mewah tersebut.
"Ada sedikit kesalahpahaman, yang harus diketahui adalah penyerobotan itu tidak dilakukan pengawalan, yang artinya pada saat antrean di depan ada celah di belakang, artinya kendaraan yang mendahului penyerobotan dari belakang yang bersangkutan," kata AKBP Edwin di sela-sela pengaturan lalu lintas di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Selasa (25/4/2023).
BACA JUGA
Antrean Diserobot Rombongan Mobil Mewah, 3 Pemudik Tujuan Jakarta Ngamuk di Pelabuhan Bakauheni
Akibat penyerobotan tersebut, tiga pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi melayangkan protes. Edwin menyadari hal itu dan menyampaikan permohonan maaf, khususnya pengguna yang akan melakukan perjalanan ke Merak.
Edwin menyebut mobil penyerobot antrean merupakan pengendara biasa dan bukan rombongan pejabat seperti yang diutarakan oleh pengendara lainnya.
"Jadi, itu bukan pejabat. Jadi bukan hanya ada Range Rover, enggak ada juga. Kemarin ada Ertiga warna putih kemudian ada Innova juga yang kemarin sudah kita hentikan, jadi memang ada yang masuk tetapi karena ada penyampaian dari warga itu kita hentikan, karena yang lain sudah masuk," tegas AKBP Edwin.
Edwin menjelaskan, mekanisme rekayasa lalu lintas di Pelabuhan Bakauheni untuk mengurai antrean agar lancar memasuki kapal. Terdapat dermaga yang dikhususkan untuk parkir kendaraan truk, bus, minibus dan mobil kecil.
"Nah, karena kemarin arus kendaraan meningkat maka kita lakukan perubahan. Artinya, kondisi pada saat itu memaksa untuk kita lakukan perubahan agar supaya tidak terjadi antrean panjang yang mengular sampai keluar," jelas AKBP Edwin.
"Untuk itu kita putar. Jadi dari dermaga timur yang dimana kendaraan kecil tadi kita masukan dulu ke dermaga yang harusnya untuk kendaraan truk, kemudian dari situ kita putar kembali untuk masuk ke dermaga parkir bus yang pada akhirnya akan kita naikkan menuju kapal, seperti itu," kata AKBP Edwin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




