ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Memasuki Musim Giling 2023, Pabrik Gula di Blitar Gelar Ritual Manten Tebu

Senin, 15 Mei 2023 | 22:26 WIB
DF
MF
Penulis: Didik Fibrianto | Editor: DIN
Karyawan Pabrik Gula Rejoso Manis Indo (PG RMI) mengadakan ritual manten tebu sebagai tanda buka giling tebu 2023 di area PG RMI, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin 15 Mei 2023. 
Karyawan Pabrik Gula Rejoso Manis Indo (PG RMI) mengadakan ritual manten tebu sebagai tanda buka giling tebu 2023 di area PG RMI, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Senin 15 Mei 2023.  (Beritasatu.com/Didik Fibrianto)

Blitar, Beritasatu.com - Pabrik Gula Rejoso Manis Indo, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, memulai musim giling 2023 dengan mengadakan ritual manten tebu. Selama musim giling itu, perusahaan menargetkan giling tebu sebanyak 1,25 juta ton, naik ketimbang target giling tebu pada tahun 2022 sebanyak 1,1 juta ton.

Factory Manager Pabrik Gula Rejoso Manis Indo, Kabupaten Blitar Heri Widarmanto menjelaskan adanya peningkatan target ini diputuskan berdasarkan tingkat antusias dari para petani tebu yang mengirimkan hasil panen tebunya ke PG Rejoso Manis Indo. "Target giling pada 2023 ini adalah 1,25 juta ton dan itu meningkat dari tahun sebelumnya. Kondisi di lapangan mendukung, jadi harapannya bisa tercapai," jelasnya kepada wartawan, di Blitar, Senin (15/5/2023).

Pihaknya mengungkapkan, dari 1,25 juta ton target giling tebu ini, diharapkan nantinya output produksi gula pasir bisa mencapai 98 ribu ton. Target ini juga meningkat dari capaian tahun 2022 yang sebanyak 90 ribu ton.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut, berbagai persiapan sudah dilakukan dengan matang oleh perusahaan dengan harapan dapat mencapai target yang ditentukan sehingga dapat mewujudkan swasembada gula di Indonesia.

Terkait dengan rendemen gula, ia mengatakan pada 2023 ini rendemen diharapkan bisa di angka 7,92 persen. Target rendemen tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan di tahun 2022 lalu yakni 8,2 persen dan hanya dapat dicapai pada angka 7.48 persen.

Menurunnya capaian rendemen di tahun 2022 kemarin disebabkan curah hujan yang cukup tinggi sehingga mempengaruhi jumlah rendemen tebu.

Pihaknya optimistis target itu bisa terealisasi. Selain dukungan dari berbagai pihak, saat ini luas lahan tebu juga semakin bagus. Jika di awal musim giling perusahaan yakni 2019-2022, hanya ada sekitar 6.000 hektare lahan tebu, saat ini sudah meningkat menjadi sekitar 9.000 hektare lahan.

Perusahaan juga bekerjasama dengan para petani tebu dari Kabupaten Blitar, Malang, serta Kediri. Namun, dari kerjasama itu mayoritas yang terbanyak adalah petani dari Blitar.

Prosesi buka giling 2023 itu diawali dengan tradisi manten tebu. Layaknya pesta pernikahan, tradisi itu ada perempuan serta laki-laki yang mengenakan busana pengantin serta ada iring-iringan di belakangnya.

Pasangan itu masing-masing membawa batang tebu yang dihias janur dengan simbol tebu lanang dan tebu wadon yang diambil dari lahan petani yang berjauhan. Bahkan, sebelum masuk penggilingan, dua batang tebu lanang dan wadon tersebut diarak oleh para dayang, kemudian para direksi melempar tebu ke penggilingan.

Ritual manten tebu merupakan prosesi menjodohkan dua batang tebu sebagai sepasang mempelai. Selain itu juga merupakan simbol mempererat kembali hubungan antara pabrik dan petani.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon