Tolak Aturan Toilet Sekolah Berbayar, Guru di Pamekasan Dimutasi
Jumat, 22 September 2023 | 08:26 WIB
Pamekasan, Beritasatu.com - Muhammad Arif, seorang guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pamekasan, Jawa Timur menerima sanksi mutasi karena menolak aturan toilet berbayar yang ditetapkan kepala madrasah. Kisah guru Arif menjadi perbincangan masyarakat luas dan viral di jagat maya.
Dalam unggahannya di akun Youtube miliknya, Arif mengaku jika alasan menolak aturan toilet gratis karena MAN 1 Pamekasan adalah sekolah negeri yang ditanggung negara.
"Masuk ke dalam kamar mandi atau toilet itu harus bayar Rp 500. Dalam rapat itu saya enggak setuju, karena MAN 1 itu adalah milik negara, yang semua fasilitas itu untuk rakyat atau siswa," terang Muhammad Arif.
Tak lama setelah protes itu, posisi Arif yang menjadi guru anggota pengendalian mutu di MAN 1 Pamekasan dicopot. Tidak hanya itu, Arif pun harus rela dimutasi ke sekolah lain.
"Kemudian karena enggak ada sinkronisasi antara Pak Lukman sebagai Kepala MAN 1 dan saya. Saya mendapatkan tindakan yang tidak begitu mengenakkan. Saya sebagai anggota pengendalian mutu di MAN 1 Pamekasan, terdiri dari wakil kepala dan mantan wakil kepala sekolah, saya dikeluarkan dari situ," imbuhnya.
Kepala MAN 1 Pamekasan No'man Afandi membenarkan adanya aturan toilet berbayar di sekolahnya.
"Soalnya sering disalahgunakan dan dipakai untuk merokok siswa. Terkait dengan mutasi Pak Arif, itu bukan wewenang kami. Itu wilayahnya Kemenag Pamekasan. Karena kami hanya pelaksana," kata No'man Afandi, Jumat (22/9/2023).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




