ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

6 Kecamatan di Kabupaten Trenggalek Alami Kekeringan Ekstrem

Sabtu, 30 September 2023 | 11:42 WIB
MM
H
Penulis: Mohammad Muajijin | Editor: HE
Warga Desa Mlinjon di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mengantre air bersih karena kondisi sumur yang kering, Sabtu, 30 September 2023.
Warga Desa Mlinjon di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mengantre air bersih karena kondisi sumur yang kering, Sabtu, 30 September 2023. (Beritasatu.com/Mohammad Muajijin)

Trenggalek, Beritasatu.com - Musim kemarau yang berkepanjangan telah mengakibatkan kekeringan ekstrem di sembilan desa di enam kecamatan wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Warga saat ini hanya mengandalkan kiriman bantuan air bersih dari pemerintah daerah.

Enam kecamatan yang terdampak kekeringan ekstrem adalah Kecamatan Karangan, Kecamatan Suruh, Kecamatan Dongko Kecamatan Munjungan, Kecamatan Panggul, dan Kecamatan Pule. Salah satu desa yang paling terdampak kekeringan yakni Desa Mlinjon. Hampir semua sumur sudah mengering. Jika pasokan air tidak kunjung datang, mereka terpaksa mencari ke sumber air terdekar yang berjarak 5 kilometer.

"Saat ini kita hanya mengandalkan kiriman bantuan air bersih dari pemerintah daerah untuk air minum dan kebutuhan memasak. Sumur terdekat berjarak 5 kilometer, kondisi airnya juga sudah mulai menyusut," kata salah satu warga Desa Mlinjon bernama Ranu saat ditemui sedang mengantre air bersih, Sabtu (30/9/2023).

ADVERTISEMENT
Warga Desa Mlinjon di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mengantre air bersih karena kondisi sumur yang kering, Sabtu, 30 September 2023. 
Warga Desa Mlinjon di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mengantre air bersih karena kondisi sumur yang kering, Sabtu, 30 September 2023. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono mengatakan, bencana kekeringan mulai terjadi sejak Agustus 2023. Pihak BPBD memperkirakan puncak musim kering akan terjadi pada Oktober 2023.

Desa Mlinjon memang kerap mengalami masalah kekeringan saat musim kemarau. BPBD sudah berupa membuat sumur di rumah-rumah warga, tetapi sebagian besar gagal menemukan sumber air.

"Tadi kita menerima permintaan dropping air bersih ke enam kecamatan. Bersama dinas sosial dan PDAM setempat, kami rutin mengirimkan bantuan air bersih ke desa-desa yang terdampak kekeringan," kata Stefanus.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Siklus Air Global Kacau, WMO: Banjir dan Kekeringan Makin Ekstrem

Siklus Air Global Kacau, WMO: Banjir dan Kekeringan Makin Ekstrem

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon