Harga Ikan Naik karena Nelayan di Pacitan Tidak Melaut Akibat Gelombang Tinggi
Jumat, 15 Maret 2024 | 08:19 WIB
Pacitan, Beritasatu.com – Gelombang tinggi yang melanda sebagian pesisir di Indonesia juga terjadi di wilayah perairan Pacitan, Jawa Barat (Jabar). Akibatnya sejumlah nelayan tidak berani melaut dan pedagang ikan di pasar ikan pun banyak yang tidak berjualan.
Pada Jumat (15/3/2024), terlihat puluhan kapal nelayan hanya bersandar di dermaga Tamperan, Kelurahan Sidoharjo, Kabupaten Pacitan. Sejumlah nelayan yang tidak melaut hanya bisa menata dan memperbaiki jaring ikan yang sedianya akan digunakan untuk melaut.
Salah satu nelayan bernama Agus Fendik mengatakan, dirinya hanya bisa mencari ikan di pinggir laut atau hanya sekitar 2 mil laut dari bibir pantai. Hasilnya, hanya ikan kecil-kecil yang didapatkan. Pasalnya jika nekat melaut hingga ke tengah, ia harus berhadapan dengan gelombang setinggi lebih dari empat meter.
BACA JUGA
Gelombang Tinggi 6 Meter dan Banjir Rob Berpotensi Terjadi di Wilayah Ini hingga 18 Maret 2024
“Kalau ke tengah bahaya, ketinggian air bisa sampai empat meter. Jadi sementara hanya bisa memperbaiki jaring-jaring yang rusak,” kata Agus.
Sementara itu, sejumlah pedagang ikan laut di pasar ikan Tamperan juga memilih tidak berjualan. Selain stok ikan yang sedikit, harga ikan juga terkerek naik imbas sedikit stok ikan laut yang diperoleh para nelayan.
BACA JUGA
Waspadai Hujan Lebat dengan Angin Kencang Sesaat di Jabodetabek mulai Sore hingga Dini Hari
Salah satu penjual ikan bernama Ponatun menuturkan, sudah dua hari ini harga ikan melambung tinggi. Contohnya ikan tenggiri yang sebelumnya hanya Rp 40.000 per kilogram menjadi Rp 50.000 per kilogram.
“Tidak ada yang melaut, semua milih mencari ikan di pinggir,” ujar Ponatun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




