Puncak Arus Mudik, 1.800 Penumpang Kapal Tinggalkan Lombok Menuju Surabaya
Minggu, 7 April 2024 | 17:25 WIB
Lombok Barat, Beritasatu.com – Ribuan pemudik memadati Pelabuhan Pelindo Kedaro Lembar, Kabupaten Lombok Barat, pada Minggu (7/4/2024). Data dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar, sekitar 1.800 orang penumpang telah diberangkatkan dari Lombok menuju Kota Surabaya, Jawa Timur, hingga Minggu (7/4/2024) petang ini.
"Jumlah ini meningkat 200 persen dibandingkan tahun lalu," ujar Kepala Seksi lalu lintas angkutan laut dan usaha Kepelabuhanan Lembar Ari Wibowo.
Lonjakan ini dipicu program mudik gratis yang diselenggarakan oleh pemerintah setempat untuk pertama kalinya pada tahun ini. Sebanyak 541 orang telah memanfaatkan program mudik gratis ini dengan menggunakan Kapal Kirana VII.
"Hari ini merupakan hari puncak arus mudik Lebaran 2024," kata Ari.
Ia menjelaskan, sebanyak 1.800 penumpang itu diberangkatkan dengan empat kapal dengan perincian, Kapal Mutiara Santosa mengangkut 249 penumpang dari Gili Emas, Kapal Kirana VII dengan 541 penumpang,
Kapal Dharma Rucitra Delapan mengangkut 350 penumpang, dan
Kapal Dharma Kartika Lima dengan 300 penumpang. Keempat kapal tersebut bertujuan ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Lembar Badas Kunto Wibisono, Pelindo Lembar mencatat ada peningkatan penumpang sebesar 16 persen dan kendaraan sebesar 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. "Peningkatan kendaraan cukup lumayan drastis, sekitar 30 persen, baik roda dua maupun roda empat," kata Kunto.
Pelindo Lembar mengoptimalkan dua pelabuhan, yaitu Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Gili Emas, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang arus mudik Lebaran 2024. Kedua pelabuhan ini mampu menampung ribuan penumpang kapal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




