Siap Melaju pada HUT RI, Ini Keunggulan Kereta Tanpa Rel di IKN
Senin, 12 Agustus 2024 | 11:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) meninjau persiapan proof of concept (PoC) Trem Otonom Terpadu atau kereta tanpa rel yang rencananya akan beroperasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada momentum perayaan HUT ke-79 RI pada Sabtu (17/8/2024).
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN Mohammed Ali Berawi menyampaikan kereta tanpa rel ini merupakan teknologi baru di moda transportasi darat.
“Trem Otonom Terpadu ini merupakan hybrid system dari sistem transportasi Light Rapid Transit (LRT) atau kereta ringan dan autonomous bus," jelasnya dikutip dari keterangan resmi, Senin (12/8/2024).
Ali menjelaskan, Trem Otonom Terpadu ini memiliki karakter mirip bis dan kereta. Trem ini menggunakan ban karet dan bergerak di jalan, tetapi mempunyai virtual track yang bentuknya menyerupai marka jalan dan dideteksi melalui sensor light detection and ranging (Lidar) dan GPS.
"Jadi punya dedicated line dan sifatnya autonomous. Kedua, ruang kemudi ada dua di depan dan di belakang. Ini menunjukkan trem ini bisa bergerak forward (maju dari depan) dan backward (maju dari belakang)," tuturnya.
Menurut Ali, Trem Otonom Terpadu ini memiliki beberapa kelebihan, yaitu dari biaya investasi yang jauh lebih efisien dibandingkan dengan kereta konvensional yang menggunakan rel.
Kemudian, dari segi kapasitas, Trem Otonom Terpadu dapat mengangkut penumpang secara masif dengan kapasitas mencapai 300 orang dalam tiga gerbong, hingga 500 orang dalam lima gerbong dalam satu trainset dengan sekali perjalanan.
Ali menuturkan, saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang membangun delapan halte ultimate (utama) untuk menunjang operasional Trem Otonom Terpadu. Kereta tanpa rel ini akan digunakan ketika jalur lintasan utama (loop ultimate) sudah siap digunakan seluruhnya.
Untuk rutenya, kereta tanpa rel akan melaju dari Sumbu Kebangsaan Sisi Barat, depan Istana Presiden, Sumbu Kebangsaan Sisi Timur hingga kembali ke Sumbu Kebangsaan Sisi Barat dengan total jarak sekitar 4,9 kilometer (km). Dalam sekali pengisian daya dapat menempuh hingga jarak 70 km.
Trem Otonom Terpadu ini dinilai akan menjadi teknologi pertama di Indonesia yang diuji coba tanpa rel, menggunakan baterai yang dipandu marka jalan. Ali berujar, keberhasilan ini berkat kerja sama pemerintah dengan semua lini dan sektor dalam membangun Nusantara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




